Kumparan Logo

Alibaba Cloud Bangun Data Center Pertama di Brasil, Prancis, dan Belanda

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alibaba Cloud Umumkan Rencana Ekspansi Internasional untuk Dukung Inovasi AI Generasi Berikutnya. Foto: Alibaba
zoom-in-whitePerbesar
Alibaba Cloud Umumkan Rencana Ekspansi Internasional untuk Dukung Inovasi AI Generasi Berikutnya. Foto: Alibaba

Alibaba Cloud mengumumkan rencana strategis untuk meluncurkan data center (pusat data) pertamanya di Brasil, Prancis, dan Belanda. Selain itu, mereka juga akan menambah pusat data di Meksiko, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Dubai.

Pengumuman ini disampaikan pada Apsara Conference 2025, yang merupakan konferensi teknologi unggulan tahunan yang diadakan oleh Alibaba.

Ekspansi ini akan mencakup pendirian pusat layanan regional baru di Indonesia dan Jerman untuk menyediakan dukungan pelanggan 24 jam dengan berbagai bahasa. Alibaba Cloud saat ini beroperasi di 91 zona dan 29 wilayah secara global.

"AI tidak hanya merevolusi teknologi, tetapi juga menjadi fondasi utama bagaimana perusahaan memberikan nilai bisnis dan mendorong pertumbuhan," kata Dr. Feifei Li, President of International Business and SVP of Alibaba Cloud Intelligence Group.

"Ekspansi strategis infrastruktur global kami dirancang untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dari pelanggan yang visioner. Alibaba Cloud berada di garis depan inovasi AI, berkembang bersama pelanggan melalui solusi AI full-stack dan cloud yang dapat mendukung bisnis kapan saja dan di mana saja."

Untuk mengembangkan ekosistem teknologi yang dinamis, Alibaba Cloud meluncurkan AI Catalyst Program yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan dan perluasan perusahaan AI Global.

Perusahaan yang terpilih akan mendapatkan dukungan dari para ahli industri , akses ke produk, dan tool AI, serta sumber daya go-to-market. Mencakup hingga 2 miliar token gratis di Model Studio, platform pengembangan AI generatif terintegrasi dari Alibaba Cloud, dan hingga 120.000 USD kredit cloud dari Alibaba Cloud.

"Kami hadir untuk membantu mitra dan pelanggan dalam merancang, meluncurkan, dan mengembangkan agen serta aplikasi AI yang mutakhir, yang mendorong generasi baru inovasi digital dan memberikan nilai signifikan di pasar global," ujar Li.

Inovasi AI di Seluruh Dunia dengan Teknologi AI dan Cloud Terpadu

Perusahaan global berkolaborasi dengan Alibaba Cloud untuk mendorong batas-batas inovasi dengan artificial intelligence. Salah satunya integrasi dengan perangkat lunak NVIDIA Physical AI.

Alibaba Cloud. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Inisiatif ini memberikan para developer dengan platform cloud-native kesempatan untuk mempercepat kemajuan dalam robotika humanoid dan solusi Physical AI.

Selain itu, kerja sama dengan International Skating Union (ISU) dan ThinkSport, Alibaba Cloud meluncurkan Sport Data Hack Challenge, sebuah AI Hackathon yang menargetkan pasar Eropa dan berlangsung dari Oktober hingga Desember 2025.

AstraZeneca Cina menggunakan LLM Qwen dan Model Studio berkolaborasi dengan Alibaba Cloud membuat sistem pelaporan kejadian efek samping di China. Sistem ini membantu reviewer di perusahaan farmasi mengidentifikasi literatur yang relevan dan Menyusun laporan terperinci terkait efek samping obat, yang merupakan langkah penting dalam menjamin keamanan obat.

"Bekerja sama erat dengan Alibaba Cloud, kami berhasil memanfaatkan keunggulan dari Qwen LLM dan Model Studio: Exclusive, yang secara signifikan meningkatkan efisiensi dalam menghasilkan laporan terkait kejadian efek samping dari sejumlah besar literatur medis," ujar Xin Zhong, Head of Commercial IT, AstraZeneca Cina.

Shiseido sebagai retailer kecantikan dan kosmetik terkemuka di dunia, memanfaatkan platform Cloud Threat Detection and Response (CTDR) dari Alibaba Cloud, untuk menganalisis peringatan keamanan secara cerdas dan real-time.

GladCube, penyedia layanan digital marketing, bermitra dengan Alibaba Cloud mengembangkan solusi AI mutakhir yang disesuaikan untuk sektor digital marketing Jepang.

FLUX yang merupakan startup AI berbasis di Tokyo mengembangkan FLUX-Japanese-Qwen, LLM berbahasa Jepang dengan 32 miliar parameter yang bersifat open-source. Bekerja sama dengan Alibaba Tongyi Lab, FLUX menggunakan metode ini untuk mengembangkan, kemudian menciptakan model spesialis industri pertamanya untuk sektor keuangan.

Terakhir Turbo AI sebagai penyedia layanan teknologi terkemuka memanfaatkan infrastruktur AI dari Alibaba Cloud untuk menyediakan solusi terintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan klien di tiap regional.

“Dengan memanfaatkan infrastruktur cloud yang tangguh dan aman dari Alibaba Cloud serta intelligent resource scheduling, Turbo AI dapat melakukan dynamic configuration dan elastic scaling atas sumber daya computing," kata Yuan LU, Big Data Head of Turbo AI.

"Hal ini memungkinkan kami untuk secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan kinerja biaya beban kerja AI bagi klien kami."

Reporter: Muhamad Ardiyansyah