Alibaba Cloud: Kami Tidak Akan Sentuh Data Pelanggan

Layanan komputasi awan Alibaba Cloud memulai debutnya di Indonesia. Unit bisnis data center milik Alibaba Group tersebut mulai beroperasi di sini pada Kamis (15/3).
Alibaba Cloud menawarkan produk serta layanan komputasi awan, mulai dari elastic computing, database, jaringan keamanan, dan middleware untuk analisis dan big data. Semua itu diyakini bisa jadi solusi bagi perusahaan di berbagai industri seperti e-commerce, media, game, logistik, transportasi, sampai dengan manufaktur.
Untuk urusan penyimpanan dan pengolahan data di data center-nya, Raymond Ma, Kepala Alibaba Cloud ASEAN dan Selandia Baru, menjamin data penggunanya di Indonesia akan tetap aman dan tak tersentuh oleh pihak mana pun, termasuk Alibaba itu sendiri.
"Alibaba memberikan jaminan penggunanya datanya tetap aman, saya jamin itu. Kami tidak akan sentuh data pelanggan, itu janji kami," ucap Ma dalam jumpa pers di Jakarta.
Terkait posisi data center milik Alibaba Cloud, Ma mengaku pusat data itu berlokasi di Jakarta.

Walau menawarkan penyimpanan data di dalam negeri, pihaknya tidak membatasi konsumen dalam memilih lokasi datanya disimpan. Pengguna bebas memilih server data yang diinginkan, termasuk di luar Indonesia.
Alibaba Cloud melihat pelanggan sebagai kunci utama nilai mereka. Jika perusahaan mengecewakan pengguna, maka mereka tidak akan bisa berhasil.
"Alibaba Cloud punya komitmen jangka panjang setiap pasar yang kita investasikan," kata Ma. "Saya percaya konsumen adalah key value kita. Jika kita tidak bisa bawa value kepada konsumen, kita akan bermasalah."

Dengan dibukanya data center di Indonesia, Alibaba Cloud kini memiliki total 18 data center di seluruh dunia.
Alibaba Cloud, yang berdiri pada tahun 2009, masuk dalam tiga besar penyedia layanan Infrastructure as a Service (IaaS) menurut Gartner dan jadi layanan public cloud terbesar di China menurut IDC.
