kumparan
27 September 2019 18:16

Alibaba dan PBB Pakai AI untuk Atasi Masalah Kelaparan Global

Hunger Map Live
Hunger Map Live buatan Alibaba dan World Food Programme (WFP) PBB. Foto: Sayid Mulki/kumparan
Alibaba mengumumkan bekerja sama dengan World Food Programme (WFP), badan PBB yang mengurusi masalah kelaparan dan ketahanan pangan. Salah satu bentuk kerja sama keduanya adalah dengan meluncurkan Hunger Map Live.
ADVERTISEMENT
Hunger Map Live adalah peta digital yang bisa mengawasi kondisi ketahanan pangan serta kelaparan global dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI), machine learning, dan data analytics.
Peta digital ini diperkenalkan pertama kali pada 25 September 2019 dalam acara Apsara Conference yang digelar di Hangzhou, China. Rencananya, Hunger Map Live akan diluncurkan pada 16 Oktober nanti, bertepatan dengan Hari Pangan Dunia, dan bisa digunakan oleh semua orang.
Hunger Map Live
Hunger Map Live buatan Alibaba dan World Food Programme (WFP) PBB. Foto: Sayid Mulki/kumparan
Teknologi ini bisa memperkirakan dan melacak dampak serta seberapa parah kondisi kelaparan dari 90 negara di dunia. Bahkan, Hunger Map Live bisa memberikan pengawasan atas kondisi tersebut nyaris setiap saat.
"Kami sangat antusias bisa menghadirkan teknologi dan sumber daya kami untuk bersama-sama WFP mengatasi isu kelaparan," ujar Lijun Sun, Alibaba Partner dan Chairman Alibaba Foundation, dalam Apsara Conference 2019.
ADVERTISEMENT
"Hal ini sejalan dengan impian kami untuk membuat dunia yang lebih baik dengan menggunakan teknologi," lanjutnya.
Hunger Map Live
Hunger Map Live buatan Alibaba dan World Food Programme (WFP) PBB. Foto: Sayid Mulki/kumparan
Hunger Map Live akan membantu WFP, organisasi bantuan kemanusiaan, dan pemimpin dunia mengidentifikasi tren negatif terkait isu pangan lebih dini. Ini membuat mereka bisa mengambil keputusan dengan lebih baik dan meningkatkan waktu respons bencana pangannya.
"Hunger Map Live akan terus membuat kita waspada setiap harinya. Ini akan memberi kita gambaran langsung dari masalah pangan dan terus memperingatkan kita atas apa yang harus kita lakukan untuk mengalahkan bencana kelaparan," ujar David Beasley, Executive Director WFP.
Cara kerja Hunger Map Live
Peta digital ini akan mengolah informasi atas keamanan pangan, nutrisi, konflik, cuaca, dan data ekonomi makro untuk menunjukkan situasi keamanan pangan. Dengan teknologi machine learning, ia bisa memberikan prediksi atas keamanan pangan, bahkan di daerah-daerah di mana data yang tersedia terbatas. Selanjutnya, ada alat visualisasi data yang akan membantu memaparkan informasi dalam bentuk peta global interaktif.
ADVERTISEMENT
Kemampuan Hunger Map Live menyajikan informasi secara aktual mendapat pujian. Salah satunya datang dari kepala ekonomi WFP, Arif Husain.
"Kerentanan pangan biasanya dihitung secara statis. Padahal, kita telah mengetahui bahwa itu bersifat dinamis karena berubah-ubah setiap waktu," kata Husain. "Dengan penerapan teknologi ini, komunitas global bisa mengakses estimasi kerentanan pangan harian, dan itu adalah suatu hal yang revolusioner," imbuhnya.
Ilustrasi Alibaba Group
Ilustrasi Alibaba Group. Foto: REUTERS/Jason Lee
Alibaba dan WFP memulai kerja sama mereka dalam pengembangan Hunger Map Live sejak tahun 2018. Ini termasuk dalam Sustainable Development Goals PBB yang menerapkan pemanfaatan teknologi terbaru untuk mengatasi kelaparan di dunia. Menurut laporan PBB bertajuk The State of Food Security and Nutrition in the World 2018, ada sekitar 821 juta orang di dunia yang mengalami kelaparan dan malnutrisi.
ADVERTISEMENT
"Kami memulai kerja sama strategis dengan Alibaba pada 2018 lalu. Ini karena kami mengetahui bahwa di era digital kooperasi dengan sektor teknologi sangat penting," kata Beasley.
"Kami harus terus mempelajari teknologi terbaru, ide terbaru, dan membangun sebuah sinergi jangka panjang dengan partner untuk membantu kami mencapai mereka yang tertinggal," lanjutnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan