kumparan
26 September 2017 7:20

Alibaba Siap Jual Produk Taobao China di Lazada Indonesia

Gudang Lazada (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Sudah sejak lama para pengguna situs e-commerce Lazada bisa beli produk dari China, dan tampaknya persediaan produk yang berasal dari Negeri Tirai Bambu itu bakal makin banyak setelah Alibaba memutuskan untuk menjual barang dagangan marketplace Taobao di Lazada.
ADVERTISEMENT
Integrasi antara Taobao dengan Alibaba pertama kali dilakukan Alibaba di kawasan Singapura dan Malaysia di awal 2017. Setelah itu, dalam beberapa pekan ke depan, barang dari Taobao itu juga akan hadir di Indonesia, Filipina, Thailand.
Langkah ini menunjukkan Alibaba yang semakin ingin memanfaatkan saluran penjualan mereka, dalam hal ini Lazada, untuk memperkuat pasar di Asia Tenggara, sebuah kawasan yang sangat berkembang dan membuat konglomerat mana saja ingin masuk ke sana.
Produk yang akan dijual di Lazada, bakal dikurasi terlebih dahulu oleh Taobao agar sesuai dengan selera lokal. Tim Taobao dan Lazada juga akan menyediakan deskripsi dalam bahasa lokal.
"Ini adalah bukti nyata bagaimana tim Lazada dan Alibaba berkumpul untuk membangun bisnis dengan cara yang cepat dan efisien dalam memenuhi kebutuhan konsumen, lewat pengetahuan teknologi dan keahlian lokal," kata Aimone Ripa di Meana, Chief Marketplace Officer Lazada Group.
ADVERTISEMENT
Lazada, yang diluncurkan pada 2012, berkantor pusat di Singapura dan kini beroperasi di Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand dan Vietnam.
Alibaba sendiri telah meningkatkan kepemilikan sahamnya di Lazada, yang kini ada sekitar 83 persen, setelah pada Juni tahun ini menambah investasi sebesar 1 miliar dolar AS di grup bisnis Lazada.
Asia Tenggara menjadi medan pertempuran baru bagi perusahaan e-commerce raksasa yang berharap bisa menjangkau 600 juta orang di kawasan itu. Total penjualan ritel yang berasal dari saluran online masih kecil di kawasan ini.
Amazon.com telah meluncurkan layanan pengiriman cepat Prime Now di Singapura pada Juli, sementara JD.com dan grup ritel besar Central Group dari Thailand, membentuk usaha patungan senilai 500 juta dolar AS untuk teknologi e-commerce dan keuangan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan