Kumparan Logo

Amazon Rombak Bisnis AI usai PHK & Tutup Lab, Fokus Bangun Model AI Canggih

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perusahaan e-commerce Amazon. Foto: Charles Platiau/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Perusahaan e-commerce Amazon. Foto: Charles Platiau/Reuters

Amazon merombak strategi bisnis kecerdasan buatan (AI) mereka dengan menghentikan pengembangan sejumlah model AI internal, menutup kelompok riset khusus, serta memusatkan insinyur dan sumber daya komputasi pada proyek model AI canggih terbaru.

Perubahan itu menyusul pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan di divisi Artificial General Intelligence (AGI). Perusahaan juga telah menutup AGI Lab, unit riset yang dibentuk pada 2024 setelah Amazon mengakuisisi talenta penting dari startup AI Adept dan melisensikan teknologinya.

Menurut laporan Business Insider dari sejumlah sumber terkait, Amazon mulai mempersempit fokus pengembangan AI. Kini, raksasa teknologi itu memilih mengalihkan daya komputasi dan staf teknis ke satu inisiatif utama agar dapat mengejar para pesaing di industri AI.

Setop Pengembangan Sejumlah Model AI Nova

Amazon disebut mulai menghentikan pengembangan aktif sebagian besar model unggulan dalam keluarga Nova. Model tersebut mencakup Nova Premier, Nova Omni, model pembuat video Reel, serta model pembuat gambar Canvas.

Sejumlah karyawan menyebut produk tersebut kini berada dalam status 'KTLO' (keep the lights on). Istilah ini artinya peranti lunak tetap mendapat dukungan bagi pelanggan lama, tetapi tidak lagi jadi prioritas utama untuk dikembangkan.

Perubahan itu tak berarti Amazon sepenuhnya meninggalkan Nova. Portofolio yang masih bertahan mencakup model fondasi Nova 2 Sonic dan Nova 2 Lite, layanan pembuatan dan penyesuaian model Nova Forge, serta teknologi agen AI Nova Act.

Ilustrasi Amazon. Foto: Sundry Photography/Shutterstock

Fokus ke Model AI Frontier

Sumber daya Amazon kini semakin banyak dialihkan ke proyek Frontier Model Research (FMR). Kelompok tersebut dipimpin oleh peneliti Pieter Abbeel, yang bergabung dengan Amazon melalui akuisisi startup robotika AI Covariant.

FMR menjadi salah satu prioritas utama Amazon pada tahun ini. Tim tersebut tengah mengembangkan model AI dengan fondasi unggulan baru yang diperkirakan diperkenalkan dalam konferensi tahunan AWS re:Invent pada 30 November hingga 4 Desember 2026.

Juru bicara Amazon mengatakan perusahaan selama ini tetap mendukung model AI yang sudah digunakan pelanggan dalam jangka panjang. Amazon juga menegaskan investasi pada model AI frontier masih menjadi prioritas.

"Model AI tetap menjadi salah satu hal terpenting yang kami kerjakan dan itu tidak berubah," kata juru bicara Amazon, mengutip Business Insider.

Strategi baru ini menunjukkan Amazon ingin mengurangi jumlah proyek yang berjalan secara paralel dan mengarahkan sumber dayanya ke satu model AI berkemampuan tinggi. Namun, perusahaan belum mengungkap nama, kemampuan, maupun jadwal peluncuran resmi model tersebut.