Apa itu Black Box, Kotak Warna Cerah yang Simpan Rahasia Kecelakaan Pesawat

Dunia aviasi Indonesia sedang berduka pasca jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di Kepulauan Seribu. Perkembangan terkini, tim gabungan dari TNI AL berhasil menemukan lokasi keberadaan black box atau kotak hitam yang menjadi salah satu kunci untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat.
Black box yang merupakan alat perekam data penerbangan, sering dibahas ketika terjadi kecelakaan pesawat. Ia menjadi benda prioritas untuk segera ditemukan, selain para korban.
Lalu, apa sebenarnya fungsi black box? Mengapa disebut black box atau kotak hitam, padahal warnanya oranye cerah?
Pada dasarnya black box merupakan alat penyimpan percakapan yang terjadi di dalam kokpit, antara pilot kepada krunya atau menara pengawas bandara atau air traffic control (ATC). Tidak hanya itu, black box juga menyimpan banyak sensor yang bisa menjadi petunjuk penyelidikan kecelakaan dan mencari tahu apa yang terjadi.
Pencipta black box
Black box pertama kali diciptakan oleh seorang ilmuwan muda asal Australia bernama David Ronald de Mey Warren AO. Ia bekerja di Laboratorium Penelitian Aeronautika di Melbourne pada pertengahan 1950-an, Warren terlibat dalam penyelidikan kecelakaan misterius pesawat komersial bertenaga jet pertama di dunia, Comet.
Dari kasus ini, Warren menyadari jika rekaman tentang apa yang terjadi di pesawat tepat sebelum kecelakaan akan sangat berguna untuk membantu penyelidikan. Hal inilah yang menjadi dasar dirinya menciptakan black box.
Unit demonstrasi pertama black box diproduksi pada tahun 1957. Australia menjadi negara pertama di dunia yang mewajibkan semua pesawat komersial memiliki black box. Saat ini setiap pesawat terbang wajib memiliki black box.
Black box terdiri dari dua bagian yang terpisah, yaitu perekam data penerbangan (FDR) dan perekam suara kokpit (CVR). Perangkat FDR mencatat hal-hal seperti kecepatan udara dan pesawat, ketinggian, gerakan pada sayap pesawat, pilot otomatis, serta indikator bahan bakar. Sementara CVR merekam percakapan di dek penerbangan dan suara-suara seperti transmisi radio dan alarm otomatis.
Black box mampu menyimpan 25 jam data penerbangan tetapi hanya dua jam perekaman suara kokpit yang direkam dalam satu lingkaran perangkat digital. Alat ini biasanya disimpan di ekor pesawat, dengan pertimbangan lebih mungkin selamat dari kecelakaan.
Black Box sulit dihancurkan
Black Box memiliki daya tahan yang tinggi. Seperti, perangkat FDR biasanya dibalut dengan bahan titanium atau baja tahan karat, dan harus mampu bertahan dalam segala kondisi.
Untuk melindungi tumpukan papan memori yang menyimpan informasi, kotak hitam dibungkus dengan lapisan tipis aluminium dan lapisan insulasi suhu tinggi berukuran 1 inci, dan kemudian dibungkus dengan baja tahan karat atau kerangka titanium yang tahan korosi.
Peneliti telah melakukan serangkaian uji coba untuk melihat kemampuan daya tahannya, seperti membakarnya di perapian bersuhu 1.110 derajat celsius selama satu jam dan 260 derajat celsius selama 10 jam. Kotak ini juga dapat beroperasi antara -55 hingga 70 derajat celsius.
Untuk membantu menemukan black box setelah kecelakaan pesawat yang terjadi di laut, perangkat ini dilengkapi dengan teknologi Underwater Locator Beacon (ULB). Perangkat ULB akan diaktifkan segera setelah perekam bersentuhan dengan air dan dapat mengirimkan sinyal sekali per detik saat menyelam di 20.000 kaki (6.096 meter) di bawah permukaan laut, selama 30 hari sampai baterai benar-benar habis.
Black box warna oranye kok dibilang hitam?
Jika kamu membayangkan black box adalah kotak berwarna hitam, maka kamu salah. Meski dinamakan black box, kotak tersebut memiliki warna oranye terang atau merah kekuningan. Warna tersebut digunakan untuk membedakannya dengan benda-benda di sekitarnya dan memudahkan pencarian.
Para ahli ternyata awalnya tidak menyebut kotak tersebut dengan istilah black box. Nama black box sendiri disebut lebih disukai oleh media.
Ada beberapa teori mengenai awal mula munculnya nama black box mulai dari desain awalnya yang sangat gelap, seorang jurnalis yang mendeskripsikannya sebagai "kotak hitam yang indah," hingga kotak tersebut menjadi berwarna hitam karena kebakaran saat kecelakaan.
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu setelah sempat hilang kontak pada Sabtu (9/1). Tim SAR gabungan bersama Basarnas terus mencari 62 korban dan puing-puing pesawat di area Pulau Laki dan Pulau Lancang.
