Aplikasi Truecaller dan Getcontact, Amankah Digunakan?

1 Oktober 2019 13:46
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi buka aplikasi di smartphone. Foto: Stephen Lam/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buka aplikasi di smartphone. Foto: Stephen Lam/Reuters
ADVERTISEMENT
Dua aplikasi Truecaller dan Getcontact menjadi ramai diperbincangkan netizen Indonesia. Kisah awalnya, kedua aplikasi itu digunakan untuk mengidentifikasi nomor telepon dari tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang beredar terkait aksi demonstrasi pada Senin (30/9) lalu.
ADVERTISEMENT
Warganet dengan sigap melacak nomor-nomor telepon di sana untuk mengidentifikasi pemiliknya melalui aplikasi Truecaller dan Getcontact. Identitas pemilik nomor-nomor tersebut benar terlacak.
Lantas, apakah aman menggunakan kedua aplikasi ini untuk dapat melacak pemilik nomor telepon?
Aplikasi Truecaller. Foto: Screenshot Aplikasi Truecaller
zoom-in-whitePerbesar
Aplikasi Truecaller. Foto: Screenshot Aplikasi Truecaller
Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, punya pendapat soal keamanan aplikasi Truecaller dan Getcontact. Menurutnya, kedua aplikasi tersebut tergolong aman untuk digunakan dan sangat membantu untuk melacak nomor telepon spam yang bisa berdampak penipuan.
"Ini sangat membantu dalam mengidentifikasi spammer caller. Kalau dua aplikasi ini, menurut hemat saya, cukup populer dan aman," jelasnya saat dihubungi kumparan, Selasa (1/10).
Konsep Crowd Sourcing
Lebih lanjut, Alfons menjelaskan sedikit cara kerja aplikasi Truecaller dan Getcontact yang menggunakan algoritma big data untuk menentukan mana nomor yang teridentifikasi spam dan melacak pemilik nomor. Keduanya menggunakan konsep crowd sourcing atau membagi data dengan izin tertentu.
ADVERTISEMENT
"Getcontact atau Truecaller adalah aplikasi data crowd sourcing yang memanfaatkan big data dari user-nya. Mengetahui identitas pemilik nomor dengan menggabungkan big data dari kontak-kontak user. Jadi kalau lebih dari beberapa orang tag spam akan jadi masukan dan kalau confirm spam akan masuk spam. Ini sangat membantu," ungkapnya.
Kedua aplikasi melakukan cara kerja kurasi yang sama untuk membuat daftar spam. Daftar nomor yang diidentifikasi spam didapat berdasarkan informasi atau tanda dari pengguna.
Spam  Foto: pixabay.com/AndyPandy
zoom-in-whitePerbesar
Spam Foto: pixabay.com/AndyPandy
Suatu nomor akan terdaftar sebagai spam, jika ada beberapa contoh nomor untuk membuat panggilan gangguan, pemasaran, atau spam, kemudian pengguna dua aplikasi tersebut memberi label spam.
Jika nomor telepon yang telah ditandai spam, maka pengguna dua aplikasi tersebut bisa melakukan blokir. Biasanya pengguna akan melabeli nomor spam dengan identitas khusus.
ADVERTISEMENT
Lalu, kedua aplikasi ini akan meminta izin atau permission ke daftar kontak, kemudian Truecaller juga menambahkan izin ke SMS, penyimpanan, dan microphone.
Izin kontak yang diberikan ke dua aplikasi dikatakan untuk membuat pencarian nomor telepon menjadi lebih baik. Dalam pernyataan di masing-masing situs aplikasi tersebut, pihak pengembang mengaku tidak akan membagikan daftar kontak ke pengguna lain.
Aplikasi Getcontact. Foto: Screenshot Aplikasi Getcontact
zoom-in-whitePerbesar
Aplikasi Getcontact. Foto: Screenshot Aplikasi Getcontact
Pengguna juga bisa memutuskan apakah mau atau tidak membagikan daftar kontaknya ke pengembangan aplikasi. Kedua aplikasi ini juga tidak bisa melihat siapa yang menyimpan nomor pengguna.
"Tidak dibagikan atau disalahgunakan tetapi digunakan untuk verifikasi kontak," tutur Alfons.
Aplikasi Truecaller dan Getcontact memang gratis dan sudah tersedia untuk smartphone Android dan iPhone. Namun, kedua aplikasi juga memiliki layanan berlangganan untuk buka beberapa fitur tambahan, seperti pencarian nomor telepon yang tidak terbatas hingga mengetahui siapa saja yang mencari nomor telepon kita.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·