Kumparan Logo

Apple Bakal Masukkan Iklan di Aplikasi iPhone

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi aplikasi iPhone. Foto: N.Z.Photography/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aplikasi iPhone. Foto: N.Z.Photography/Shutterstock.

Apple dikabarkan akan memasukkan iklan lebih banyak lagi di aplikasi bawaan iPhone, seperti Maps, Books dan Podcast. Hal ini dilaporkan reporter Bloomberg, Mark Gurman, yang sudah dikenal dengan bocoran akurat soal Apple.

Gurman mengatakan internal Apple sedang menguji coba iklan di kolom pencarian di aplikasi Maps. Ketika pengguna mencari sesuatu, ada rekomendasi seperti restoran, toko, hingga bisnis terdekat. Pelaku bisnis atau pengiklan membayar untuk muncul di pertama pencarian terhadap kata kunci tertentu.

Gurman percaya ini juga akan diberlakukan untuk aplikasi iPhone bawaan lain, seperti Podcast dan Books. Hal ini memungkinkan penerbit podcast dan buku menempatkan iklannya muncul di halaman pertama pencarian.

Sementara toko aplikasi Apple App Store yang sebelumnya sudah ada iklan juga akan diperluas lagi iklannya. Setelah di panel Search dan Suggested, iklan juga bakal masuk di kolom Today dan laman download di App Store. Khusus Today, banner rekomendasi aplikasi dengan label 'Ad' akan muncul.

Gurman mengatakan iklan juga akan muncul di Apple TV+. Layanan video on demand ini mengikuti langkah Netflix dan Disney+ yang bakal menawarkan pilihan paket langganan murah dengan iklan dalam waktu dekat.

Ilustrasi Maps iPhone, aplikasi Apple. Foto: Studio Monkey/Shutterstock.

Apple mengadopsi iklan pertama kali untuk iPhone pada 2016 lalu melalui aplikasi App Store, Stock, dan News App. Kemudian pada September 2021, Apple mulai menanyakan penggunanya apakah mereka ingin mengaktifkan fitur Personalized Ads (iklan yang dipersonalisasi) muncul di aplikasi atau tidak, sesuai dengan kebijakan App Tracking Transparency (ATT).

ATT juga membebaskan pengguna iPhone dan iPad untuk memilih aplikasi mana yang boleh melacak aktivitas lintas aplikasi hingga situs untuk iklan yang lebih relevan. Kebijakan tersebut turut memengaruhi bisnis iklan Apple tumbuh 238 persen mencapai 3,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 51 triliun) pada 2021, seperti dikutip lembaga analis Omdia.

Pada Mei 2022 lalu, laporan dari Insider mengungkap bahwa Eddy Cue, Senior Vice President of Services Apple, berencana untuk merestrukturisasi bisnis model Apple dengan atensi lebih ke streaming dan iklan. Apple juga mengumumkan kenaikan pendapatkan divisi Service 12 persen per kuartal terakhir pada Juli 2022.