Kumparan Logo

Apple Berencana Rakit iPhone di India

kumparanTECHverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Apple iPhone 5c (Foto: UveX via Pixabay.)
zoom-in-whitePerbesar
Apple iPhone 5c (Foto: UveX via Pixabay.)

Keterangan teks “Designed by Apple in California, Assembled in China” yang tercantum di bagian belakang iPhone bisa jadi akan berubah, menjadi “Assembled in India.”

Di awal bulan ini, santer kabar menyatakan Apple sedang mengatur segalanya untuk merakit iPhone di India, tepatnya di Bangalore, ibu kota negara bagian Karnataka.

Ini adalah klaim dari Menteri Teknologi Informasi untuk Karnataka, Priyank Kharge, yang mengaku telah bertemu dengan eksekutif Apple pada Januari lalu dan telah mengatur perencanaannya.

Apple tidak memproduksi perangkat sendiri di sana. Kharge mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Apple telah menunjuk perusahaan Taiwan Wistron Corp “untuk memulai operasi manufaktur awal” pada April nanti. Kabar ini keluar setelah berbulan-bulan lalu beredar spekulasi tentang rencana Apple ekspansi manufaktur di India.

“Apple iPhone akan dibuat di Bangalore dan semua perangkat yang ditargetkan untuk pasar domestik,” kata Kharge. Dia menyatakan akan membantu Apple demi keputusan mengalihkan produksi di wilayah ini. “Kami tidak membahas insentif lain,” kata Kharge, seperti dikutip Bloomberg.

Ekspansi manufaktur Apple ke India bisa jadi dilakukan mengingat China, yang merupakan pasar terbesarnya di Asia, mulai menunjukkan perlambatan pertumbuhan. Apple harus mengincar pasar lain.

Selain itu, India sendiri memiliki kebijakan regulasi yang meminta vendor ponsel untuk berinvestasi besar dan mempekerjakan staf lokal.

Ini mirip-mirip dengan regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Indonesia yang di tahun 2017 ini, sebuah ponsel 4G diwajibkan memiliki kandungan lokal sebesar 30 persen. Kandungan lokal itu bisa dihitung dari aspek manufaktur, aplikasi, penelitian pengembangan, sampai tenaga kerja. Jika tak penuhi aturan ini, vendor ponsel 4G dilarang jualan di Indonesia, dan inilah yang menyebabkan seri iPhone 6s, iPhone SE, dan iPhone 7, tak dijual resmi di Indonesia.

Apple belum menyatakan komitmen investasi di Indonesia dan nampaknya lebih mendahulukan India.

Sebagai upaya memenuhi komitmen investasi di India, perusahaan pimpinan Tim Cook tersebut sebelumnya telah mengajukan daftar panjang permintaan dalam negosiasi, yang termasuk tax holiday selama 15 tahun untuk impor komponen serta peralatan produksi lain.

Tim Cook, CEO Apple. (Foto: Getty Images/Stephem Lam)
zoom-in-whitePerbesar
Tim Cook, CEO Apple. (Foto: Getty Images/Stephem Lam)

Sampai berita ini ditayangkan, Apple masih bungkam soal rencana ekspansi investasinya ke India. Sejauh ini pernyataan Kharge baru klaim sepihak.

Ya, kurang lebih mirip dengan rencana besar Foxconn (Hon Hai Precision Industry) bersama Erajaya Group yang pada 2014 lalu memberi harapan mau bangun pabrik di Indonesia. Tetapi harapan itu tak kunjung nyata sampai sekarang, palsu. Mereka mungkin gagal mencapai kesepakatan dengan pemerintah Indonesia terkait insentif dan kelonggaran lain.

Apple sendiri memiliki pangsa pasar sangat kecil di India. Perusahaan itu hanya mengirim 2,5 juta unit iPhone ke India pada 2016. Di kuartal empat 2016 yang berakhir pada Desember lalu, Apple cuma memiliki 2 persen pangsa pasar ponsel pintar di India, atau peringkat ke-10 vendor ponsel di sana, menurut data Counterpoint Research.

India, jadi pasar ponsel sangat potensial dari sisi volume dengan perkiraan pengiriman ponsel pintar mencapai 750 juta pada tahun 2020. Kini pasar itu dikuasai oleh Samsung.

Sama seperti di Indonesia, segmen menengah ke bawah India cenderung memilih produk dari vendor China yang menawarkan spesifikasi tinggi namun dijual dengan harga terjangkau. Ini termasuk produk dari Oppo dan Xiaomi.