Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.86.0
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Kabar ini datang dari Mark Gurman dari Bloomberg, yang sering membocorkan informasi seputar produk terbaru Apple yang akan datang. Ia mengatakan keputusan tersebut belum final dan masih bisa berubah.
Langkah ini bertentangan dengan pendirian Steve Jobs , pendiri dan mantan CEO Apple. Mendiang Jobs menentang keras produk Mac dengan tounch screen.
“Permukaan sentuh tidak ingin vertikal,” katanya pada 2010, seperti dikutip Bloomberg. “Setelah waktu yang lama, lengan Anda ingin lepas.”
Kontras dengan lini Mac, laptop non-Apple sudah banyak yang menggunakan touch screen. Apple berargumen layar sentuh tidak cocok dengan perangkat desktop, dan jika pengguna ingin pengalaman touch screen pengguna bisa membeli iPad.
Ini juga menambah alasan bahwa Apple tidak mau penjualan iPad terganggu akibat komputer Mac layar sentuh.
ADVERTISEMENT
Apple sempat menambahkan Touch Bar di lini MacBook Pro pada 2016, namun dicabut pada 2021. Ini adalah upaya paling besar Apple menambahkan pengalaman touch screen di perangkat Mac mereka.
Apple juga mengintegrasikan aplikasi iPad dan iPhone di Mac, di mana pengguna bisa menggunakan aplikasi mobile di dekstop. Masalahnya adalah, Mac yang tidak memiliki layar sentuh menyulitkan antarmuka aplikasi mobile.
Namun seberapa lama Apple akan bertahan? Sebab semakin banyak kompetitor dengan produk laptop touch screen, mulai dari laptop Windows hingga Chromebook.
Mengutip laporan Gurman, jika rencana adopsi touch screen ini berjalan lancar, Apple akan memperkenalkan MacBook Pro layar sentuh pada 2025 mendatang, lengkap dengan upgrade mayor.
Layar sentuh ini akan menggunakan panel OLED—yang sekali lagi, sudah umum di laptop Windows. Perangkat Mac selama ini masih LCD, sementara iPhone sudah memakai panel OLED sejak iPhone X.
ADVERTISEMENT