Kumparan Logo

Apple Sebut Qualcomm Berusaha Memeras

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Toko ritel Apple Store yang berlokasi di Fifth Avenue, New York, Amerika Serikat. (Foto: Apple)
zoom-in-whitePerbesar
Toko ritel Apple Store yang berlokasi di Fifth Avenue, New York, Amerika Serikat. (Foto: Apple)

Apple mengajukan gugatan hukum terhadap produsen cip Qualcomm bernilai 1 miliar dollar AS. Apple juga menuding perusahaan itu melakukan taktik anti persaingan dan berusaha melakukan pemerasan.

Dalam gugatan di pengadilan distrik California, Apple menyebut Qualcomm telah bersikap memeras karena meminta royalti lebih untuk teknologi yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan mereka.

"Semakin Apple berinovasi dengan fitur unik, seperti TouchID, layar, kamera dan teknologi lainnya, semakin banyak uang yang diterima Qualcomm dan menjadi sangat mahal bagi Apple untuk mendanai inovasi tersebut," sebut Apple dalam pernyataan resminya.

Qualcomm juga dituduh menolak memberi lisensi paten kepada perusahaan teknologi lain agar mencegah mereka membuat cip.

Selain itu, Qualcomm dituding telah mendorong operator jaringan untuk tidak menjual atau mendukung perangkat Apple yang modemnya memakai produk dari Intel, yang notabene adalah pesaing Qualcomm dari bisnis cip.

Menanggapi gugatan Apple, Qualcomm membantah tuduhan Apple dan menyatakan hal tersebut tidak berdasar.

"Apple telah secara aktif mendorong serangan regulasi pada bisnis Qualcomm di berbagai yurisdiksi di seluruh dunia, sebagaimana tercermin dalam keputusan KFTC (badan pengawas pesaingan usaha Korea Selatan) dan keluhan FTC (badan pengawas pesaingan usaha AS), dengan memutarbalikkan fakta dan menyembunyikan informasi," sebut penasihat hukum Qualcomm Don Rosenberg.

Qualcomm dikenal sebagai pemasok dominan untuk cip yang memungkinkan ponsel terhubung ke jaringan seluler. Perusahaan ini juga memiliki banyak paten standar penting, sebuah istilah untuk menggambarkan sebuah paten teknologi yang perlu dilisensikan secara luas dan wajar kepada pihak lain.

Qualcomm belakangan ini sering mendapat gugatan dan tudingan monopoli. Badan persaingan usaha Korea Selatan, pada Desember lalu mendenda Qualcomm sebesar 854 juta dollar AS karena disebut melakukan praktik lisensi paten yang tak adil.

Kemudian Februari 2015, Qualcomm merelakan membayar denda 975 juta dollar AS di China. Sementara pada Desember 2015, Qualcomm dituduh Uni Eropa telah menyalahgunakan kekuatan pasar untuk menggagalkan persaingan.