AS Minta TikTok Dijual, Ancam Blokir jika Menolak

17 Maret 2023 7:06 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi TikTok. Foto: Florence Lo/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi TikTok. Foto: Florence Lo/REUTERS
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kecurigaan Amerika Serikat (AS) terhadap TikTok belum usai. Setelah pejabat pemerintahannya dilarang instal aplikasinya, kini mereka mendesak TikTok menjual saham pemiliknya asal China, ByteDance.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, aplikasi video vertikal itu disebut sebagai potensi risiko keamanan nasional. AS menuding pemerintah China dapat menekan ByteDance untuk membagikan informasi pribadi pengguna TikTok di AS kepada pemerintah China.
Informasi pribadi tersebut dikhawatirkan dipakai untuk operasi intelijen China atau menyebarkan hoaks yang didukung China.
Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang berasal dari sumber terdekat dengan isu ini, pemerintahan Presiden AS Joe Biden ingin ByteDance melepaskan diri dari TikTok dengan menjual saham kepemilikannya. Komite AS untuk Penanaman Modal Asing di Amerika Serikat (CFIUS) disebut dengan suara bulat merekomendasikan ByteDance cabut dari TikTok.
TikTok sendiri mengaku sudah mendengar kabar tersebut dari CFIUS. Tuntutannya sama persis: Lepas saham yang dimiliki ByteDance, dan apabila menolak, aplikasi terancam diblokir di AS.
Ilustrasi TikTok. Foto: DADO RUVIC/REUTERS
ADVERTISEMENT
"Perubahan kepemilikan (TikTok) tidak akan memaksakan pembatasan baru pada aliran data atau akses," kata Oberwetter, seperti dikutip Reuters.
WSJ melansir 60 persen saham ByteDance dimiliki oleh investor global, 20 persen oleh karyawan, dan 20 persen oleh pendirinya. Perusahaan teknologi itu didirikan oleh Zhang Yiming, Liang Rubo, dan kawan-kawan pada 2012 silam.
TikTok saat ini menjadi salah satu aplikasi media sosial paling populer di dunia. Platform disebut memiliki lebih dari 100 juta pengguna di AS.