Kumparan Logo

AS Perintahkan Anthropic Hentikan Akses Global ke Model AI Fable 5 dan Mythos 5

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anthropic Claude. Foto: daily_creativity/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anthropic Claude. Foto: daily_creativity/Shutterstock

Pemerintah Amerika Serikat resmi memerintahkan Anthropic untuk menangguhkan akses global ke model AI Claude Fable 5 dan Mythos 5. Kebijakan tersebut langsung berdampak pada pengguna di luar AS yang kini tidak lagi dapat mengakses kedua model tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Anthropic mengungkapkan bahwa pemerintah AS mengeluarkan arahan pengendalian ekspor atas dasar keamanan nasional. Perintah tersebut tidak hanya berlaku bagi pengguna asing di luar negeri, tetapi juga mencakup warga negara asing yang bekerja di AS, termasuk karyawan Anthropic sendiri.

"Akibat dari perintah ini, kami harus segera menonaktifkan Fable 5 dan Mythos 5 untuk seluruh pelanggan demi memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku," tulis Anthropic di web resminya.

Perusahaan menegaskan bahwa pembatasan tersebut hanya berlaku untuk Fable 5 dan Mythos 5. Sementara model AI lain yang tersedia di platform Anthropic tetap dapat digunakan seperti biasa.

Adapun arahan resmi tersebut diterima Anthropic pada 12 Juni 2026, pukul 17.21 waktu ET. Namun, surat yang diterima perusahaan disebut tidak menjelaskan secara rinci alasan keamanan nasional yang menjadi dasar keputusan pemerintah.

“Berdasarkan pemahaman kami, pemerintah AS meyakini telah ditemukan metode untuk bypass atau melakukan jailbreak terhadap sistem pengamanan yang diterapkan pada Fable 5,” tulis Anthropic.

Anthropic kemudian meninjau teknik yang dimaksud dan menemukan sejumlah kerentanan yang menurut mereka tergolong kecil dan telah diketahui sebelumnya. Mereka bahkan menyebut kemampuan serupa dapat ditemukan oleh model AI lain yang tersedia secara luas di pasar tanpa perlu melakukan bypass terhadap sistem keamanan.

"Kami memvalidasi bahwa tingkat kemampuan yang ditampilkan dalam laporan tersebut juga tersedia pada model lain yang digunakan secara luas, termasuk GPT-5.5 milik OpenAI," kata perusahaan.

Ilustrasi hacker. Foto: Shutterstock

Model AI Terbaru Anthropic Sudah Diuji

Anthropic menegaskan bahwa sebelum diluncurkan, Fable 5 telah menjalani proses pengujian keamanan yang panjang agar model AI tersebut tidak disalahgunakan untuk tugas-tugas berkaitan dengan keamanan siber.

Perusahaan bekerja sama dengan pemerintah AS, UK AI Safety Institute (AISI), organisasi independen, serta tim internal untuk melakukan ribuan jam pengujian terhadap model tersebut. Anthropic mengklaim hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem keamanan Fable 5 jauh lebih kuat dibandingkan model-model sebelumnya.

Perusahaan juga mengklaim belum ada penguji yang berhasil menemukan universal jailbreak, yakni metode yang mampu secara konsisten membobol seluruh lapisan pengamanan model AI dan membuka berbagai kemampuan sensitif secara luas.

Kendati begitu, Anthropic mengakui bahwa perlindungan yang benar-benar kebal terhadap jailbreak kemungkinan masih mustahil dicapai oleh industri AI saat ini.

Karena itu, perusahaan menerapkan strategi pertahanan berlapis. Pendekatan tersebut mencakup pembatasan kemampuan model, pemantauan aktivitas secara ketat, serta kebijakan penyimpanan data pelanggan selama 30 hari untuk membantu investigasi jika terjadi penyalahgunaan.

Ilustrasi Anthropic. Foto: Photo For Everything/Shutterstock

Anthropic Tetap akan Patuh

Anthropic menyatakan tetap mematuhi keputusan pemerintah AS dan telah menonaktifkan akses Fable 5 serta Mythos 5 untuk seluruh pengguna. Namun secara terbuka Anthropic mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan alasan yang digunakan pemerintah AS untuk menghentikan model AI terbarunya.

Menurut Anthropic, dugaan jailbreak yang sifatnya terbatas dan tidak universal seharusnya tidak menjadi dasar untuk menarik model komersial yang telah digunakan secara luas.

Perusahaan bahkan memperingatkan bahwa standar seperti ini berpotensi menghambat inovasi di industri AI.

"Jika standar ini diterapkan secara luas kepada seluruh industri, kami percaya hal itu pada dasarnya akan menghentikan peluncuran model-model baru dari seluruh pengembang AI terdepan," tulis Anthropic.

Anthropic juga menekankan bahwa pemerintah memang perlu memiliki kewenangan untuk menghentikan penyebaran teknologi yang dianggap berbahaya. Namun, proses tersebut seharusnya dilakukan secara transparan, berbasis bukti teknis yang jelas, dan melalui mekanisme hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga saat ini, Anthropic menyebut pemerintah baru memberikan penjelasan secara lisan mengenai potensi celah keamanan yang ditemukan.

Perusahaan menyatakan akan merilis informasi tambahan dalam 24 jam ke depan dan berharap akses terhadap Fable 5 serta Mythos 5 dapat dipulihkan secepatnya.

"Kami meminta maaf atas gangguan yang dialami pelanggan. Kami yakin ini merupakan sebuah kesalahpahaman dan sedang berupaya memulihkan akses sesegera mungkin," tutup Anthropic.