Banyak Orang Tua Main TikTok, Lawan Stereotipe Usia Lanjut Gaptek
·waktu baca 2 menit

TikTok tak hanya menjadi platform media sosial untuk anak muda. Sebuah studi baru menemukan banyak orang tua lanjut usia yang ternyata juga memainkan aplikasi video vertikal itu.
Penelitian menyebut ada peningkatan jumlah akun TikTok yang berusia 60 tahunan dengan jutaan follower atau pengikut. Mereka menggunakan media sosial itu untuk menentang stereotipe jika orang tua dikenal teknofobia atau gaptek dan lemah.
“Ada banyak bukti bahwa stereotipe usia lebih dominan di kalangan anak muda di media sosial,” kata peneliti Dr. Reuben Ng, asisten profesor di Universitas Yale, seperti dikutip The Guardian. “Prasangka ini mencapai titik tertinggi sepanjang masa selama pandemi COVID-19, di mana virus mematikan itu diberi label ‘penghilang boomer’.”
Riset yang dilakukan Ng ini meninjau 1.382 video yang diposting oleh pengguna TikTok yang berusia 60 tahun ke atas. Mereka rata-rata memiliki 100.000 hingga 5,3 juta pengikut, dan secara total, videonya telah dilihat lebih dari 3,5 juta kali.
Beberapa akun yang ditemukan Ng, 71 persen videonya digunakan untuk menentang stereotipe soal usia lanjut, dengan memakai tren “glamma”, gabungan kata “glamor” dan “grandma” (nenek).
Para orang tua di TikTok ini telah menjadi kreator konten yang sukses dalam fenomena kontra-budaya yang kuat di mana orang tua benar-benar menentang stereotip usia tua dengan merangkul atau bahkan merayakan status usia mereka.
- Dr. Reuben Ng, penulis jurnal 'Not Too Old for TikTok: How Older Adults are Reframing Ageing' -
Senada dengan Ng, direktur komunikasi di Center for Aging Better, Emma Twyning, mengatakan media sosial adalah platform yang sempurna untuk melawan diskriminasi usia. Namun, masih diperlukan gambaran yang jauh lebih beragam, jika ingin benar-benar mengubah sikap dan membuang persepsi negatif tentang bertambahnya usia.
Salah satu pengguna TikTok lanjut usia yang terkenal adalah kakek berusia 88 tahun asal Staffordshire, Inggris, dengan nama akun @grandadjoe1933. Ia juga merupakan salah satu influencer terkaya TikTok.
Dalam setahun, dia bisa menghasilkan sekitar 134 ribu poundsterling (sekitar Rp 2,4 miliar). Pria yang akrap disapa Grandad Joe memiliki 5,4 juta follower dan 156,7 juta like.
