Kumparan Logo

Baru Beli, iPhone X Langsung Dijual Lagi di Pinggir Jalan

kumparanTECHverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lapak dadakan iPhone X di pinggir jalan Hong Kong. (Foto: Bobby Yip/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Lapak dadakan iPhone X di pinggir jalan Hong Kong. (Foto: Bobby Yip/Reuters)

Kehadiran iPhone X pada hari ini, Jumat (3/11), di Apple Store seluruh dunia ternyata menjadi ladang penghasilan tambahan bagi sebagian orang. Banyak pembeli iPhone X yang menjual kembali ponselnya dengan harga lebih mahal demi mendapatkan keuntungan ekstra.

Fenomena ini bisa dilihat di Hong Kong, sejumlah pembeli iPhone X yang telah mengantre di Apple Store langsung menjual iPhone X yang mereka beli di pinggir jalan. Iya, di pinggir jalan.

Dan ternyata, banyak yang berminat dengan 'lapak iPhone X' dadakan itu. Dilansir Reuters, deretan lapak dadakan itu ramai dikerumuni para pemburu iPhone X.

Tumpukan boks iPhone X tampak menghiasi meja-meja dari lapak dadakan di pinggir jalan Hong Kong tersebut.

Berbeda dengan Apple Store Orchard Road Singapura yang memberlakukan aturan batas pembelian maksimal hanya dua buah ponsel saja, tampaknya para konsumen di Hong Kong bisa membawa pulang ponsel tersebut sebanyak-banyaknya.

Tentu orang-orang di sana langsung memanfaatkan hal tersebut dengan membeli banyak iPhone X yang kemudian dijual kembali dengan harga lebih mahal.

Sebelumnya, pembeli pertama iPhone X di Sydney, Australia, bernama Bishoy Behman, juga melakukan hal yang sama. Bedanya, Behman tidak menjual banyak ponsel melainkan hanya dua buah saja dan ia pun tidak menjualnya di pinggir jalan.

Behman berencana menjual kembali dua iPhone X yang telah ia beli dengan harga masing-masing sekitar 3.000 dolar Australia atau setara Rp 31 juta. Harga ini jauh lebih mahal dari aslinya, yaitu dibanderol 1.579 dolar Australia (setara Rp 16,3 juta) untuk versi 64 GB dan 1.829 dolar Australia (sekitar Rp 18,9 juta) untuk model 256 GB.

"Saya di sini untuk mencari keuntungan, demi bisnis," ujar Behman, kepada Reuters.

Hal yang sama terlihat di Singapura, di mana media lokal The Straits Times melaporkan ada lebih dari 20 ponsel iPhone X yang dijual di situs e-commerce seperti Carousell dengan harga yang juga lebih mahal.

Permintaan terhadap iPhone X memang terpantau tinggi. Selain dari antrean panjang yang terlihat di berbagai Apple Store hari ini, sesi pre-order iPhone X juga banjir pemesan dan laris manis dalam waktu singkat.

Ini membuktikan jika para penggemar iPhone memang lebih menantikan iPhone perayaan ke-10 tahun itu ketimbang iPhone 8 dan iPhone 8 Plus, yang terpantau sepi pembeli saat mulai dipasarkan.