Benarkah Ponsel Bisa Timbulkan Radiasi yang Berbahaya?

21 Desember 2017 8:02
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bermain game di smartphone (Foto: Muhammad Fikrie/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Bermain game di smartphone (Foto: Muhammad Fikrie/kumparan)
ADVERTISEMENT
Sudah banyak kita dengar mengenai isu jika smartphone atau ponsel pintar bisa menyebabkan kanker. Penyakit ini disebut datang akibat radiasi yang ditimbulkan oleh ponsel pengguna, tapi sebenarnya masih banyak penelitian yang berjalan untuk membuktikan pengaruh penggunaan ponsel dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 2011 lalu, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa ada kemungkinan ponsel bisa menyebabkan penyakit kanker para penggunanya. Tapi, di sini WHO masih belum pasti karena mengatakan hal itu masih 'kemungkinan'.
Sebelum membahas lebih lanjut, sebenarnya dari mana radiasi ponsel itu berasal? Radiasi ini berasal dari gelombang elektromagnetik yang muncul ketika ponsel mengirim dan menerima sinyal dari tower atau perangkat Wi-Fi.
Dilansir Time, Departemen Kesehatan Publik California telah menerbitkan sebuah panduan baru untuk bagaimana masyarakat mengurangi dampak dari radiasi yang ditimbulkan ponsel. Panduan itu menyebutkan sejumlah eksperimen laboratorium dan studi kesehatan manusia telah menunjukkan adanya kemungkinan dampak dari penggunaan jangka panjang ponsel yang dikaitkan dengan beberapa tipe kanker serta efek kesehatan lain.
ADVERTISEMENT
Efek penyakit ini di antaranya seperti kanker otak, tumor, mengurangi jumlah sperma, sakit kepala, hingga mempengaruhi ingatan, pemndengaran, perilaku, dan pola tidur.
Smartphone Thumb adalah hal umum di Amerika. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Smartphone Thumb adalah hal umum di Amerika. (Foto: Thinkstock)
Meski begitu, para peneliti tidak setuju dengan bagaimana seriusnya dampak yang bisa ditimbulkan radiasi ponsel. Hal ini dikarenakan studi-studi itu masih belum menemukan bukti pasti mengenai keterkaitan antara masalah kesehatan dengan energi frekuensi radio (RF), yang dipancarkan ponsel pintar.
"Dokumen itu ditujukan untuk bagaimana mengurangi dampak radiasi dari ponsel untuk diri sendiri dan keluarga. Meski masih ada ketidakjelasan," tulis Departemen Kesehatan Publik California, dilansir Time.
Intinya, panduan itu mengimbau masyarakat untuk menjauhkan ponsel dari tubuh kita ketika sedang tidak menggunakannya, misalnya di dalam tas dibandingkan dalam kantong. Tentunya jauhkan juga ponselmu saat tidur.
ADVERTISEMENT
Selain itu, cara selanjutnya adalah melakukan panggilan telepon melalui pengeras suara atau headset. Tapi, para pengguna juga harus melepas headset saat tak menggunakannya karena perangkat itu juga disebut mengeluarkan radiasi dalam skala kecil.
Smartphone miliki dampak buruk pada kesehatan (Foto: Thinkstock )
zoom-in-whitePerbesar
Smartphone miliki dampak buruk pada kesehatan (Foto: Thinkstock )
Manusia modern melakukan hampir seluruh aktivitasnya demgan menggunakan ponsel. Keberadaan ponsel sendiri sebenanrya sudah sejak lama, tapi entah kenapa hingga sekarang belum ada bukti konret dampak radiasinya terhadap tubuh kita.
Untuk mengurangi radiasi ponsle, para pengguna juga bisa mengurangi dampaknya dengan cara tidak menggunakan ponsel ketika tahu jaringannya sedang buruk, atau ketika berpergian jauh naik mobil, kereta, bus atau kereta, stream audio aau video. Kegiatan-kegiatan ini dikatakan bisa nebimbulkan radiasi dalam tingkat yang lebih tinggi.
Ada banyak riset mengenai dampak penggunaan ponsel terhadap kesehatan anak-anak dan remaja, padahal kita sudah sangat lama akrab dengan ponsel, tapi sayangnya masih ada saja bahaya yang terus mengintai. Apalagi anak-anak saat ini sudah banyak yang memakai ponsel sehingga jangka waktunya akan lebih lama dengan kita-kita yang sudah lebih tua.
Kecanduan smartphone (ilustrasi). (Foto: Shutter Stock)
zoom-in-whitePerbesar
Kecanduan smartphone (ilustrasi). (Foto: Shutter Stock)
Jonathan Samet, ketua International Agency for Research on Cancer, mengatakan telepon genggam bis sebabkan kanker, tapi tidak signifikan. Jonathan menegaskan agar publik mengerti bahwa tidak signifikan bukan berarti tidak berbahaya. Ada informasi yang sudah beredar luas, tugas kita memastikan kembali untuk memahaminya.
ADVERTISEMENT
Kekhawatiran yang ada saat ini adalah semua orang bergantung pada alat kecil alias ponsel. Tapi tenang, untuk saat ini masih banyak yang harus diteliti oleh para ilmuwan untuk memastikan dampak radiasi ponsel itu benar-benar berdampak seperti itu.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020