Kumparan Logo

Biaya Admin Top Up Saldo Ovo Tak Lagi Ditarik Bank, Ini Skema Barunya

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi promo cashback dari aplikasi pembayaran online OVO. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi promo cashback dari aplikasi pembayaran online OVO. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Aplikasi pembayaran digital Ovo umumkan kebijakan baru terkait biaya administrasi (admin) top up saldo bagi pelanggan mereka. Tak lagi diambil dari bank, kini biaya isi ulang saldo dipotong langsung dari Ovo Cash.

Kebijakan baru ini disampaikan Ovo dalam notifikasi di aplikasi mereka pada Selasa (18/5). Berdasarkan pantauan kumparanTECH, tak ada pengecualian bank dalam kebijakan baru ini—yang berarti semua bank yang bekerja sama tak lagi menarik langsung biaya admin transaksi top up saldo Ovo.

“Mulai tanggal 1 Juli 2021, biaya Top Up Ovo akan dipotong langsung dari saldo Ovo Cash kamu,” jelas startup fintech tersebut dalam notifikasi aplikasinya.

Notifikasi perubahan skema biaya top up saldo Ovo. Foto: Aulia Rahman Nugraha/kumparan

Kebijakan ini memang tidak mengubah fakta bahwa top up saldo di Ovo tetap dikenakan biaya admin. Adapun penetapan biaya top up saldo tetap memakai standar harga biasanya.

Misalnya, jika saldo Ovo Cash kamu masih tersisa Rp 5.000 dan kamu top up saldo Ovo Cash senilai Rp 100.000 lewat Bank BCA. Saldo Ovo Cash kamu nanti cuma ada Rp 104.000. Itu karena biaya top up saldo Ovo di Bank BCA adalah Rp 1.000. Jika kamu isi ulang saldo lewat Bank Syariah Indonesia, yang biaya transaksinya Rp 1.500, saldo akhir kamu jadi Rp 103.500.

Ovo memberi keterangan kalau kebijakan ini hanya berlaku sampai 31 Juli 2021. Tidak jelas apakah setelah tenggat waktu tersebut skema tarik biaya admin top up saldo akan kembali normal.

kumparanTECH telah meminta tanggapan Ovo. Namun, perusahaan belum memberikan komentar.

Untuk daftar lengkap biaya top up saldo Ovo yang dikenakan tiap-tiap bank, kamu bisa lihat lewat daftar berikut:

  • Bank BCA: Rp 1.000

  • Bank Mandiri: Rp 1.000

  • Bank BRI: Rp 1.000

  • Bank BNI: Rp 1.000

  • Bank Permata: Rp 1.000

  • Bank CIMB Niaga: Rp 1.000

  • Bank Nobu: Rp 1.000

  • Bank OCBC NISP: Rp 1.500

  • Bank Danamon: Rp 1.500

  • Bank Syariah Indonesia: Rp 1.500

  • Bank BJB: Rp 1.500

  • Bank Mayapada: Rp 1.500

  • Bank Muamalat: Rp 1.500

  • Bank Maybank: Rp 1.500

  • Bank Sinarmas: Rp 1.500

  • Bank Mega: Rp 1.500

  • Bank BTPN: Rp 1.500

  • Bank MAS: Rp 1.500

  • Bank Nagari: Rp 1.500

  • BPD DIY: Rp 1.500

  • Bank Shinhan: Rp 1.500

  • Bank UOB: Rp 1.500

  • Bank Panin: Rp 1.500

  • Bank KB Bukopin: Rp 1.500

  • Bank Mandiri Syariah: Rp 1.500

  • Bank DBS: Rp 1.500

  • Bank DKI: Rp 1.500

  • Bank INA: Rp 1.500

  • Bank Nagari: Rp 1.500

  • Bank BTN: Rp 1.500

  • Bank Bumi Arta: Rp 1.500

  • BPD Bali: Rp 1.500

  • Mobile Pulsa: Rp 1.500

  • Faspay: Rp 1.500