Kumparan Logo

Bikin Rugi, Netflix Mulai Tindak Tegas Sharing Password Akun Tak Serumah

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Suami dan Istri Nonton Netflix. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Suami dan Istri Nonton Netflix. Foto: Shutter Stock

Perusahaan layanan streaming hiburan Netflix bakal menindak tegas pengguna sharing password yang bukan satu rumah. Netflix mengatakan bahwa pengguna yang numpang akun harus membuat akunnya sendiri, atau tetap numpang tapi dengan membayar biaya tambahan.

Netflix menilai sharing password bukan satu rumah menghambat pertumbuhan pendapatan perusahaan. Netflix memperkirakan bahwa lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia menggunakan akun numpang, dan 30 juta di antaranya ada di AS dan Kanada. Ada peluang besar jika Netflix dapat meminta mereka semua membuat akun berbayar sendiri-sendiri.

"Ada berbagai keterlibatan dalam hal sharing rumah tangga dari menonton sering hingga sesekali," kata perusahaan itu. “Jadi, meskipun kami tidak dapat monetisasi semuanya saat ini, kami yakin ini adalah peluang jangka pendek hingga menengah yang besar.”

Tindakan Netflix tersebut sekarang sudah berlaku di Kosta Rika, Peru dan Chile. Di sana, Netflix mengizinkan seorang pengguna menambah akun dari luar rumah dengan membayar biaya tambahan. Fitur ini diharapkan akan berlaku secara global dalam waktu dekat.

Netflix. Foto: REUTERS/Dado Ruvic

"Ini adalah peluang besar karena (pengguna sharing satu) rumah ini sudah menonton Netflix dan menikmati layanan kami," tulis Netflix dalam surat untuk shareholder.

Sharing kemungkinan membantu mendorong pertumbuhan kami dengan membuat lebih banyak orang menggunakan dan menikmati Netflix. Dan kami selalu berusaha untuk mempermudah sharing anggota satu rumah, dengan fitur seperti profil dan multiple stream. Meskipun ini sangat populer, mereka telah menciptakan kebingungan tentang kapan dan bagaimana Netflix dapat dibagikan dengan pengguna tidak satu rumah.”

Langganan murah Netflix, tapi ada iklan

Netflix menawarkan opsi langganan lebih murah tapi dengan iklan. Co-CEO Netflix Reed Hasting mengungkap bahwa Netflix berencana mencoba opsi tersebut di satu atau dua tahun ke depan, meski ia sendiri tak begitu setuju ada terlalu banyak iklan di Netflix.

"Mereka yang mengikuti Netflix tahu bahwa saya menentang rumitnya persoalan iklan. (Saya paling suka) kesederhanaan berlangganan," kata Hastings.

Hasting memastikan bahwa Netflix akan menjalankan iklan tanpa mengambil data pengguna untuk kepentingan tampilan komersial sesuai preferensi pengguna. Jika terlaksana, maka Netflix akan sama seperti layanan streaming bernama Hulu, di mana ada beberapa pilihan langganan dan termurah adalah bayar tambah iklan.

Ilustrasi menonton Netflix. Foto: Getty Images

Pengguna Netflix turun di awal 2022

Netflix melaporkan jumlah pelanggan berbayar mereka turun pada kuartal pertama tahun ini. Tentu ini adalah kasus pertama Netflix kehilangan subscribernya setelah satu dekade. Total 200.000 pengguna berhenti berlangganan layanan streaming tersebut pada Q1 2022.

Netflix bahkan memproyeksikan akan kehilangan 2 juta pelanggan berbayar di kuartal kedua, dengan ekspektasi akan ada 2,7 juta lebih pelanggan baru, dilansir dari CNBC. Meski begitu perusahaan menyebut ada kenaikan pada pendapatan, namun pertumbuhannya lambat.

“Pertumbuhan pendapatan kami sangat melambat,” tulis perusahaan itu dalam sebuah surat kepada pemegang saham Selasa.

Netflix sebelumnya menghentikan layanan di Rusia. Hal itu berimbas kepada hilangnya 700.000 pelanggan. Keputusan menaikkan biaya langganan di AS dan Kanada juga berdampak pada hengkangnya 600.000 pelanggan.

***

kumparan bagi-bagi starter pack kuliah senilai total Rp 30 juta untuk peserta SNMPTN 2022. Lolos atau nggak, kamu bisa tetap ikutan, lho! Intip mekanismenya di LINK ini.