Kumparan Logo

Bikin Tidur Lebih Berkualitas, Kasur Ini Gunakan Technogel dari Italia

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
DrRest®, kasur yang dikembangkan oleh empat dokter spesialis Australia dengan latar belakang keahlian di bidang bedah tulang belakang, pernapasan dan tidur, osteopati, serta urologi. Foto: dok. Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
DrRest®, kasur yang dikembangkan oleh empat dokter spesialis Australia dengan latar belakang keahlian di bidang bedah tulang belakang, pernapasan dan tidur, osteopati, serta urologi. Foto: dok. Istimewa.

Tidur kerap menjadi pilihan setelah seharian lelah beraktivitas. Namun, bukan hanya durasi, kualitas tidur juga penting diperhatikan, mulai dari posisi tidur, tekanan pada tubuh, hingga bagaimana tulang belakang tetap sejajar saat tubuh berbaring.

Hal inilah yang menjadi perhatian DrRest®, merek kasur asal Australia yang dikembangkan oleh empat dokter spesialis dengan latar belakang bedah tulang belakang, pernapasan dan tidur, osteopati, serta urologi. Setelah dikembangkan dan dipasarkan di Australia, DrRest® kini resmi hadir di Indonesia sebagai negara pertama di luar Australia yang menjadi pasar internasionalnya.

DrRest® resmi diperkenalkan di Indonesia oleh Massindo Group melalui pembukaan showroom pertamanya di Indonesia Design District (IDD), PIK 2, Jakarta. Peluncuran tersebut sekaligus menandai ekspansi internasional perdana DrRest® di luar Australia.

DrRest® resmi diperkenalkan di Indonesia oleh Massindo Group melalui pembukaan showroom pertamanya di Indonesia Design District (IDD), PIK 2, Jakarta. Foto: dok. Istimewa.

Grand opening DrRest® yang digelar pada Kamis, 24 September ini turut dihadiri Presiden Direktur Massindo Group, Jeffri Massie, serta empat dokter di balik pengembangan produk tersebut, yakni Dr. Gerald Quan, ahli bedah ortopedi tulang belakang; Dr. Nick Antoniades, spesialis pernapasan dan tidur; Dr. George Michael, osteopath; serta Dr. Peter Liodakis, urolog.

Dalam kesempatan tersebut, Jeffri mengatakan, showroom pertama DrRest® di PIK 2 dipilih karena lokasinya relatif mudah dijangkau masyarakat Jabodetabek.

“Kami hadir di Jakarta Utara sangat mudah dijangkau oleh penduduk Jabodetabek yang tinggal di daerah Utara, daerah Tengah, daerah bahkan paling dekat dengan Soekarno-Hatta sehingga dari luar kota pun mendarat ke Jakarta hanya 15-20 menit bisa sampai ke toko Dr. Rest,” ujarnya di acara grand opening ceremony.

Ia pun mengungkapkan rencana ekspansi DrRest® di kawasan BSD, Tangerang Selatan, dan di Jakarta Pusat. Termasuk, kemungkinan untuk membuka gerai di kota-kota besar lainnya di Indonesia agar memudahkan masyarakat mendapat kasur yang berkualitas.

“Karena yang membutuhkan tidur sehat dengan benar tanpa sakit ada di mana-mana,” ucap Jeffri.

Dikembangkan dari Pengalaman Praktik, Bukan Sekadar dari Pabrik

DrRest® dikembangkan dari pengalaman keempat dokter saat menangani pasien dengan berbagai kondisi yang berkaitan dengan kualitas tidur. Dalam praktiknya, mereka menemukan bahwa permukaan tempat tidur dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenyamanan dan kondisi tubuh seseorang.

Hal tersebut terutama berkaitan dengan pasien yang mengalami nyeri punggung, gangguan pernapasan saat tidur, hingga mereka yang kerap terbangun pada malam hari.

Proses pengembangan DrRest® kemudian melibatkan observasi dan pengujian terhadap lebih dari 550 pasien secara kumulatif. Sejumlah parameter menjadi perhatian dalam pengujian, mulai dari keselarasan tulang belakang, distribusi tekanan pada tubuh, kualitas tidur berdasarkan siklus tidur, hingga frekuensi terbangun pada malam hari.

Pengujian juga dilakukan dalam berbagai posisi tidur, termasuk posisi menyamping yang dapat memberikan tekanan lebih besar pada area tertentu seperti bahu dan pinggul.

Berbagai hasil pengujian tersebut kemudian diterapkan dalam satu konfigurasi DrRest®. Artinya, produk ini tidak hadir dalam pilihan tingkat kekerasan seperti soft, medium, atau firm yang umum ditemukan pada kasur konvensional.

Mengandalkan Technogel, Material dari Italia

Technogel, material berbasis gel yang dikembangkan di Italia dan diaplikasikan dalam produk Dr Rest. Foto: dok. Istimewa.

Salah satu teknologi utama yang digunakan DrRest® adalah Technogel, material berbasis gel yang dikembangkan di Italia. Material tersebut memiliki sejarah penggunaan dalam aplikasi medis, termasuk untuk membantu mengelola tekanan pada tubuh pasien.

Dalam desain DrRest®, Technogel digunakan untuk membantu mendistribusikan tekanan pada permukaan tubuh, mengelola panas, sekaligus mendukung posisi tubuh selama tidur. Technogel sendiri memiliki karakteristik unik karena dapat berperilaku seperti cairan, tetapi tetap dapat berfungsi layaknya benda padat.

Dr. Gerald Quan, FRACS, ahli bedah ortopedi tulang belakang yang telah lebih dari 20 tahun menjalani praktik, mengatakan dirinya sudah terbiasa menggunakan Technogel di ruang operasi untuk menopang dan menstabilkan pasien selama prosedur bedah yang berlangsung selama beberapa jam.

“Saya kemudian berpikir bahwa material ini dapat digunakan pada kasur untuk membantu menjaga keselarasan dan kestabilan tubuh, sekaligus mendukung distribusi tekanan,” katanya.

Penggunaan material tersebut menjadi bagian dari pendekatan DrRest® yang menempatkan aspek kesehatan dan fisiologi tubuh sebagai salah satu pertimbangan dalam pengembangan produk tidur.

Satu Konfigurasi untuk Berbagai Posisi Tidur

Jika kasur pada umumnya tersedia dalam berbagai pilihan tingkat kekerasan, DrRest® justru dikembangkan dalam satu konfigurasi yang dirancang untuk beradaptasi dengan tubuh penggunanya.

Dr. George Michael, BSc MHSc Dip Acu, osteopath sekaligus pemimpin uji riset DrRest®, mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan karakteristik material yang digunakan.

Menurut Michael, kategori kasur empuk, sedang, atau keras selama ini menjadi cara umum untuk menentukan kenyamanan. Namun, pendekatan DrRest® justru menempatkan tubuh sebagai faktor yang perlu menjadi perhatian.

“Kasur yang terlalu keras mungkin menjaga keselarasan tulang belakang, tetapi meningkatkan tekanan pada titik tertentu. Sementara itu, kasur yang lebih empuk dapat mengurangi tekanan, tetapi tidak selalu menjaga keselarasan tulang belakang,” jelas dia.

Tantangannya, kata Michael, adalah menemukan keseimbangan antara menjaga keselarasan tubuh dan mengurangi tekanan pada bagian tertentu. Setelah keseimbangan tersebut tercapai, permukaan kasur diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan perbedaan berat, ukuran, bentuk, hingga tinggi tubuh penggunanya.

Indonesia Jadi Pasar Internasional Pertama

Setelah dikembangkan dan dipasarkan di Australia, Indonesia dipilih sebagai pasar pertama di luar Australia untuk ekspansi internasional DrRest®.

Kehadiran DrRest® di Indonesia juga dibarengi dengan perhatian terhadap isu kesehatan tidur. Dalam rangkaian peluncurannya, DrRest® menghadirkan Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, praktisi kedokteran tidur di Indonesia, dalam forum Health Talk bertajuk “Are You Sleeping Right?”.

Forum tersebut membahas keterkaitan antara kualitas tidur dengan kesehatan tulang belakang, pernapasan, serta kondisi urologis. Acara ini sekaligus mempertemukan Dr. Andreas dengan empat dokter spesialis dari Australia yang berada di balik pengembangan DrRest®.

Andreas mengatakan masih banyak masyarakat yang mengabaikan gejala gangguan tidur yang sudah berlangsung bertahun-tahun seperti mendengkur keras, rasa lelah di pagi hari, dan sulit konsentrasi, tapi baru mau ke dokter setelah kondisinya sudah serius.

“Kalau sesekali mendengkur memang benar lagi capek doang, enggak apa-apa. Nah, kalau setiap tidur mendengkur, nah ini yang mesti kita waspadai enggak boleh diabaikan. Karena bisa jadi ada risiko kesehatan loh. Again, sejak tahun 2003 udah dinyatakan penyebab hipertensi,” ujar Andreas.

Massindo Group Perluas Portofolio Produk Tidur Berbasis Riset

Bagi Massindo Group, kehadiran DrRest® menjadi bagian dari pengembangan portofolio perusahaan di segmen produk tidur yang lebih menekankan pendekatan berbasis riset dan aspek kesehatan.

Jeffri mengatakan salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam desain DrRest® adalah area bahu. Bagian tersebut dibuat terpisah dari area tubuh lainnya agar dapat menyesuaikan posisi tubuh ketika pengguna tidur menyamping. Menurutnya, kasur yang baik adalah yang sesuai dengan profil tubuh.

“Kasur Dr. Rest memiliki feature bahwa di bagian bahu ini terpisah, dan ini satu-satunya di Indonesia dan setahu saya mungkin satu-satunya di dunia yang memikirkan fokus untuk posisi bahu yang bisa menyesuaikan dengan bahu penggunanya. Bisa mengikuti ketika tidur kita menyamping, sehingga bahunya bisa masuk sedikit supaya spine-nya lurus,” kata Jeffri.

Dengan peluncuran tersebut, Indonesia menjadi langkah pertama DrRest® dalam memperluas kehadirannya ke pasar internasional setelah dikembangkan dan dipasarkan di Australia. Adapun, informasi lebih lanjut mengenai DrRest® dapat diakses melalui laman resminya di www.drrest.co.id.