Bill Gates Tidak Sangka Jadi Target Teori Konspirasi Covid

14 Januari 2022 6:36
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bill Gates Tidak Sangka Jadi Target Teori Konspirasi Covid (480297)
zoom-in-whitePerbesar
Bill Gates. Foto: REUTERS/Stringer
Bill Gates tidak pernah menyangka dirinya akan jadi target teori konspirasi soal virus corona. Pengakuannya tersebut ia sampaikan dalam sebuah balasan twit di Twitter pada Rabu (12/1).
ADVERTISEMENT
Saat itu, pendiri Microsoft itu ditanya oleh Devi Sridhar, ketua kesehatan masyarakat global di Edinburgh University Medical School, tentang apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi hoaks COVID-19.
"Salah satu masalah utama adalah kesalahan informasi online di Facebook & platform lain seputar vaksin, masker, dan intervensi lainnya - bagaimana kita menghadapi tantangan ini?" kicau Sridhar bertanya pada Gates.
Menjawab pertanyaan tersebut, Gates mengatakan bahwa berbagai organisasi kesehatan, seperti Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perlu lebih banyak sumber daya untuk berkomunikasi kepada masyarakat tentang pandemi.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Dia juga menambahkan bahwa media sosial telah "tertinggal" dalam mengedepankan informasi faktual.
Orang-orang seperti Anda dan saya dan Tony Fauci telah menjadi sasaran banyak informasi yang salah. Saya tidak menyangka itu.
- Bill Gates -
"Beberapa di antaranya seperti saya meletakkan (suntik) cip di tangan tidak masuk akal bagi saya - mengapa saya ingin melakukan itu?" imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Bill Gates sendiri mulai jadi target teori konspirasi COVID-19 sejak awal pandemi. Beberapa hoaks dan teori konspirasi yang mencatut namanya termasuk informasi keliru bahwa Gates sengaja mendukung vaksinasi corona agar ia dapat mengimplan chip di tubuh orang-orang.
Hoaks dan teori konspirasi tersebut sebenarnya telah dibuktikan salah oleh sejumlah organisasi pengecek fakta seperti Snopes.
Namun, seperti yang telah ditemukan sejumlah riset, kabar bohong dan hoaks menyebar lebih cepat ketimbang kabar yang benar di media sosial -- menggarisbawahi pentingnya orang menguasai literasi digital yang mencukupi serta tanggung jawab platform untuk meredam perederan kabar bohong.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020