Bitcoin.co.id Rebranding Jadi Indodax, Siap Tambah Mata Uang Virtual

Platform bursa mata uang virtual dan aset digital terbesar di Asia Tenggara, Bitcoin.co.id, melakukan perubahan nama merek menjadi Indodax (Indodax.com) yang merupakan kepanjangan dari Indonesia Digital Asset Exchange.
Perusahaan yang berdiri sejak Februari 2014 dan berkantor pusat di Badung, Bali ini, memiliki ambisi untuk meningkatkan kualitas layanan serta membangun ekosistem aset digital Indonesia.
Selain fokus memprioritaskan keamanan, kemudahan, dan kecepatan layanan transaksi, Indodax juga menargetkan untuk menambahkan satu aset digital setiap bulannya di platform Indodax. Sejauh ini perusahaan yang didirikan oleh Oscar Darmawan ini telah menjual-belikan 18 aset digital.
"Hingga saat ini terdapat berbagai pilihan asset yang dapat dibeli dan dijual seperti Bitcoin, Bitcoin Cash, Bitcoin Gold, Ethereum, Ripple, Litecoin, Bitshares, NXT, XEM, serta Dash. Kami akan terus melengkapi produk yang kami tawarkan agar dapat terus memenuhi kebutuhan pengguna," kata CEO Indodax, Oscar Darmawan.

Indodax tidak mau sembarang dalam menambahkan aset digital ke dalam platform. Oscar menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan platform pertukaran mata uang digital ini untuk memasukkan digital asset.
Yang pertama, mereka harus memastikan kalau produk itu tidak melanggar regulasi Indonesia, seperti contohnya MLM yang tidak terverifikasi operasi jualannya atau investasi 'bodong'.
Kemudian mereka juga harus melihat apakah permintaan masyarakat terhadap digital asset tersebut tinggi. Tapi yang paling penting, mereka harus pastikan kalau teknologi yang diusung digital asset tersebut memang bagus.
“Kualitas produk yang utama. Lebih baik yang kualitasnya tinggi daripada yang kualitas jelek tapi demand-nya banyak, karena itu suatu saat akan turun (demand-nya),” kata Oscar.

Saat ini Indodax memiliki 1,1 juta pengguna terdaftar yang tersebar di berbagai wilayah Indnesia. Rata-rata pertumbuhan pengguna baru di Indodax diklaim mencapai 3.000 pengguna per hari dengan volume transaksi yang terjadi kini mencapai lebih dari Rp 100 miliar per hari.
Oscar percaya diri Indodax punya peluang lebih besar lagi dalam mengembangkan bisnis aset digital dan jual-beli cryptocurrency di Indonesia. Dari sisi pengguna, Indodax optimistis bisa mendapatkan 1,5 juta pengguna sampai akhir tahun 2018.
