Kumparan Logo

BlackBerry Siap Beri Data Pengguna Jika Ada Permintaan dari Negara

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO BlackBerry, John Chen (Foto: John Chen via Twitter)
zoom-in-whitePerbesar
CEO BlackBerry, John Chen (Foto: John Chen via Twitter)

Seperti kita ketahui, perusahaan-perusahaan teknologi seperti Apple, Google, dan Microsoft, selalu bertentangan dengan pihak penegak hukum Amerika Serikat selama beberapa tahun belakangan, karena menolak untuk memberikan data-data penggunanya sebagai bahan investigasi pihak penegak hukum.

Tapi, BlackBerry ternyata tidak mengikuti langkah ketiga perusahaan tersebut. Dilansir Forbes, CEO BlackBerry John Chen menyatakan bersedia membuka enkripsi sistem perusahaannya dan memberikan data yang dibutuhkan pihak berwenang dari seorang pengguna yang menjadi target.

Meski begitu, Chen mengaku tidaklah mudah bagi BlackBerry untuk memberi sistem keamanannya sendiri. "Hanya saat pemerintah meminta kami saja kami akan mulai melacaknya. Kemudian pertanyaannya adalah seberapa bagus enkripsinya?" ujar Chen dalam acara BlackBerry Security Summit di London pada Selasa (24/10) lalu.

Ia menjelaskan, BlackBerry bakal kesulitan untuk membobol enkripsi yang diciptakannya sendiri jadi permintaan pemerintah nantinya tidak akan mudah.

"Kami hanya akan melakukannya jika ada permintaan yang sah. Walau kami bilang menghargai permintaan pemerintah tapi bukan berarti kami bisa melakukannya dengan mudah," kata Chen.

Pendekataan ini sangat berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh Apple. Perusahaan asal AS itu 'melawan' pemerintah yang meminta mereka untuk membobol sistem keamanannya. Ketika Apple diminta untuk membobol data dari sebuah iPhone milik penembak San Bernardino Syed Rizwan Farook, banyak perusahaan teknologi yang ikut menentang permintaan itu, termasuk Amazon, Google, dan Microsoft.

Chen sendiri mengatakan sejauh ini belum ada rencana untuk mengungkapkan bagaimana perusahaannya akan bekerja sama dengan pemerintah nantinya. Ia mengaku mendapat banyak permintaan saat ini di seluruh dunia.

Sistem keamanan BlackBerry ia sebut sebagai yang paling aman di sistem operasi Android. Saat ini, BlackBerry memang sudah menawarkan banyak ponsel yang berjalan di Android, misalnya KeyOne, DTEK, dan Priv.

Chen menjelaskan kunci dari keamanan di dalam perangkat Android-nya berasal dari QNX mikrokernel untuk Linux, inti dari sistem operasinya.

"Sudah kami uji, kemungkinan sistem operasi paling aman, baik dari pendekatannya maupun investasi yang kami gelontorkan untuk keamanan," jelasnya.

Sejak semakin melempem di pasar ponsel dan tertinggal dari ponsel iOS serta Android, BlackBerry memang mulai mengalihkan fokus ke bidang peranti lunak, keamanan, dan layanan. Ponsel BlackBerry sendiri sekarang diproduksi oleh TCL untuk cakupan global, sementara di Indonesia oleh BB Merah Putih.