Kumparan Logo

Bos Apple Tak Ingin Orang Pakai iPhone Terlalu Sering, Kenapa?

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Apple Tim Cook berbicara selama special event apple di kantor pusat perusahaan Apple Park, di Cupertino, California, A.S. Foto: Apple Inc/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
CEO Apple Tim Cook berbicara selama special event apple di kantor pusat perusahaan Apple Park, di Cupertino, California, A.S. Foto: Apple Inc/Handout via REUTERS

Jika para pemimpin mengharapkan produk buatan perusahaannya laris manis dipakai konsumennya setiap hari, CEO Apple Tim Cook justru memilih sebaliknya. Dia tak ingin orang memakai iPhone, produknya Apple, terlalu sering.

Pernyataan tersebut ia ungkap dalam wawancara dengan majalah GQ.

Pria berusia 62 tahun itu menilai anak-anak zaman sekarang sudah mengenal teknologi. Agar mereka tidak kecanduan terhadap gadget, penting bagi orang tua untuk memberikan batasan pada anak-anaknya.

“Anak-anak terlahir digital, mereka adalah anak-anak digital sekarang. Dan menurut saya, sangat penting untuk memasang pagar keras di sekitarnya," katanya.

Oleh sebab itu, Cook mendorong perusahaan yang dipimpinnya untuk membangun inovasi yang bermanfaat bagi pemakainya, bukan membuat tagih penggunanya. Dia tidak ingin orang-orang terlalu sering berada di depan iPhone yang bisa berakhir kecanduan.

Kami tidak ingin orang menggunakan ponsel kami terlalu sering. Kami tidak diberi insentif untuk itu. Kami tidak menginginkan itu. Kami menyediakan alat agar orang tidak melakukan itu.

- Tim Cook, CEO Apple -

CEO Apple, Tim Cook. Foto: Reuters/Stephen Lam

Untuk membatasi waktu yang dihabiskan di depan layar iPhone, atau biasa disebut screen time, Apple menyediakan fitur yang memonitor penggunaan dan mengatur jam-jam tertentu untuk membuka iPhone. Cook mengatakan Apple membuat fitur tersebut agar pengguna lebih jarang membuka HP mereka.

“Karena filosofi saya adalah, jika Anda lebih sering melihat telepon daripada menatap mata seseorang, Anda melakukan hal yang salah. Jadi kami melakukan hal-hal seperti Screen Time. Saya tidak tahu tentang Anda, tapi saya cukup religius melihat laporan saya,” katanya.

Dampak buruk screen time yang tinggi

Data.ai mencatat rata-rata waktu yang dihabiskan di depan HP manusia pada 2022 seharinya adalah 5 jam. Khusus warga Indonesia, mereka menjadi pengguna dengan screen time paling tinggi sedunia, yakni 5,6 jam per harinya.

Screen time yang tinggi tidak terhindarkan di masa yang serba digital ini. Namun screen time meningkat pesat ketika lockdown pandemi COVID-19 menerpa, mengamplifikasi dampak negatifnya.

Sebuah studi di China yang dilangsungkan pada 2020 mencatat bahwa screen time di atas 2 jam sehari berkorelasi dengan 48 persen penyebab kematian, screen time melebihi 4 jam sehari dan 125 persen peningkatan risiko penyakit jantung. Penggunaan di atas 2 jam sehari juga berhubungan dengan risiko depresi.

iPhone 13 Series. Foto: Dok. Apple

Screen time yang tinggi juga linear dengan gaya hidup rebahan atau 'mageran'. Studi oleh Fei Qin dkk yang terbit di jurnal International Jourbnal of Environtmental Research and Public Health tersebut menyugestikan bahwa jarang melakukan aktivitas fisik akibat screen time yang lama meningkatkan risiko seseorang menderita diabetes tipe 2.

Penulis studi merekomendasikan untuk melakukan aktivitas fisik di dalam ruangan untuk menanggulangi efek negatif dari screen time yang terlalu lama.