Brasil Blokir X karena Ogah Tutup Akun Perusak Demokrasi
·waktu baca 2 menit

Hakim Mahkamah Agung Brasil, Alexandre de Moraes, telah memerintahkan penyedia layanan internet negara untuk memblokir X, karena platform itu tak kunjung menunjuk perwakilan hukum, untuk memproses permintaan pemerintah menutup akun X yang dinilai merugikan proses demokrasi negara.
Hakim memberikan tenggat waktu kepada perusahaan telekomunikasi dan raksasa teknologi untuk menghapus X dari toko aplikasi dan platform.
Apple dan Google diberi waktu lima hari untuk menghapus aplikasi X dari toko aplikasinya. Badan telekomunikasi Brasil, Anatel, mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima perintah tersebut, dan penyedia layanan internet di negara tersebut hanya memiliki waktu 24 jam untuk mematuhi perintah.
Moraes menyebut X "jelas bermaksud untuk terus mendorong unggahan yang mengandung ekstremisme, ujaran kebencian, dan wacana anti-demokrasi, dan mencoba menariknya dari kendali yurisdiksi."
Elon Musk menunjukkan rasa tidak hormatnya yang total terhadap kedaulatan Brasil dan, khususnya, terhadap lembaga peradilan, dengan menempatkan dirinya sebagai entitas supranasional sejati dan kebal terhadap hukum masing-masing negara.
- Hakim Mahkamah Agung Brasil, Alexandre de Moraes -
Menurut laporan AP News, perintah Hakim Moraes juga melarang akses platform X melalui jaringan privat virtual (VPN). Hal itu akan dinilai sebagai tindak pidana. Siapa pun yang ketahuan mengakses X dengan VPN dapat dikenai denda harian sebesar 50.000 Real Brasil (sekitar Rp 138 juta)
Hakim Moraes juga membekukan rekening bank Brasil milik penyedia layanan internet Starlink milik SpaceX untuk lebih menekan Elon Musk agar mematuhi perintah pengadilan.
SpaceX, seperti X, adalah perusahaan swasta yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Elon Musk, dan X memiliki denda yang belum dibayarkan sebesar 3 juta dolar AS (sekitar Rp 46,6 miliar) terkait dengan kasus hukumnya di Brasil.
Sehari sebelumnya, Hakim Moraes mengeluarkan ancaman untuk melarang platform X sepenuhnya di seluruh Brasil jika perusahaan media sosial tersebut tidak menunjuk perwakilan hukum di negara tersebut. Batas waktu berlalu, tanpa ada perubahan pada berkas pengadilan, sehingga hakim menepati janji untuk memblokir X.
Starlink menyatakan ketidaksetujuannya terhadap perintah tersebut dan bersumpah untuk melawan putusan tersebut, bahkan mengancam akan menggratiskan layanannya bagi pelanggan untuk menentang perintah hakim.
Pertarungan hukum antara Hakim Moraes dan Elon Musk telah berlangsung selama berbulan-bulan. Hakim Mahkamah Agung tersebut juga merupakan otoritas pemilihan umum Brasil dan telah memantau serta mengeluarkan perintah kepada para kandidat untuk tidak menyebarkan informasi palsu melalui internet dan media sosial.
