Budayawan Batik Go Tik Swan K.R.T. Hardjonagoro Hiasi Google Doodle Hari Ini

11 Mei 2021 7:50
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Budayawan K.R.T. Hardjonagoro atau biasa dikenal sebagai Go Tik Swan menghiasi Google Doodle, Selasa (11/5). Foto: Google
zoom-in-whitePerbesar
Budayawan K.R.T. Hardjonagoro atau biasa dikenal sebagai Go Tik Swan menghiasi Google Doodle, Selasa (11/5). Foto: Google
ADVERTISEMENT
Halaman muka mesin pencari Google Indonesia kembali menampilkan tokoh Indonesia dalam ilustrasi Google Doodle hari ini, Selasa (11/5). Sosok yang dipilih kali ini adalah K.R.T. Hardjonagoro, atau biasa dikenal sebagai Go Tik Swan.
ADVERTISEMENT
Menurut penjelasan di laman resmi Google Doodle, Go Tik Swan merupakan seorang ahli seni kuno kontemporer dalam mendesain kain dengan lilin panas. Seni yang kini populer dengan nama batik.
K.R.T. Hardjonagoro lahir pada 11 Mei 1931 di Solo, Jawa Tengah. Ya, ini adalah cara Google Doodle merayakan hari lahirnya K.R.T. Hardjonagoro yang telah memperkenalkan batik nusantara.
Go Tik Swan sering mengunjungi bengkel batik kakeknya, di mana dia menyerap pengetahuan budaya Jawa dari pengrajin lokal. Ia lantas mengeksplorasi lebih jauh warisan leluhurnya dengan mempelajari sastra dan tari Jawa di Universitas Indonesia.
Ilustrasi pengrajin yang sedang membuat batik Kampung Batik Laweyan Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengrajin yang sedang membuat batik Kampung Batik Laweyan Foto: Shutter Stock
Presiden pertama Indonesia, Soekarno, yang mengetahui latar belakang keluarga Hardjonagoro dalam pembuatan batik, lantas menugaskannya untuk membuat gaya batik baru yang diyakini bisa mengatasi perpecahan dan menyatukan bangsa Indonesia. Merasa tergugah, Hardjonagoro pulang kampung untuk mendalami segala sesuatu tentang batik, mulai dari sejarah hingga falsafahnya.
ADVERTISEMENT
Menurut catatan Intisari edisi Juni 1998, Hardjonagoro menggali pola batik langka yang tak dikenal umum maupun pola tradisional lainnya dan dikembangkan tanpa menghilangkan ciri dan maknanya yang hakiki. Pola yang sudah dikembangkan tersebut diberi warna baru yang cerah, bukan coklat, biru, atau putih kekuningan yang lazim dijumpai batik Solo-Yogya. Dari perpaduan ini, lahirlah 'Batik Indonesia'.
Setiap helai batik yang dikembangkan Go Tik Swan memiliki makna filosofis. Ia bahkan mengembangkan motif berjudul Kembang Bangah sebagai surat cinta atas jati dirinya pada 1970-an.
Selain pelopor Batik Indonesia, Hardjonagoro juga dikenal sebagai ahli dalam budaya Jawa, ahli keris, dan pemain gamelan yang terampil. Jasanya dalam memperkenalkan warisan budaya Indonesia membuat pemerintah Surakarta menghormatinya dengan gelar bangsawan Panembahan Hardjonagoro.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020