Kumparan Logo

Bukan Pelacak Pasien, Ini Fungsi Label Kode yang Ada di Vaksin

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi vaksin corona.
 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock

Beredar video di WhatsApp berisi wawancara dengan Menteri BUMN Erick Thohir yang membahas adanya kode di vaksin corona yang bisa dilacak keberadaannya. Dalam potongan video tersebut, Erick mengatakan bahwa ada kode tersebut bisa melacak lokasi dan pasien yang menerima vaksin.

Dalam klip berdurasi 2 menit 4 detik tersebut, ada juga potongan wawancara Bill Gates yang mengatakan bahwa ada chip pada vaksin corona yang berfungsi untuk melacak lokasi. Video tersebut tampak dipotong-potong hingga membentuk kalimat yang menyesatkan.

Ditambah lagi, ada juga wawancara CBN dengan Jay Walker yang merupakan CEO Apiject, perusahaan pembuat jarum suntik. Penggalan video yang dikompilasi bersama potongan wawancara Erick dan Bill Gates tersebut juga menyebut adanya microchip dalam vaksin.

Video yang telah ditandai ‘Forwarded many times’ oleh WhatsApp tersebut sudah masuk ke dalam konten yang telah dimanipulasi. Kamu bisa menonton wawancara asli ketiga video tersebut di bawah ini.

video youtube embed
video youtube embed

Dalam wawancara bersama CBN, Walker diminta untuk menjelaskan cara kerja chip RFID. Ia memang menyebut soal chip pada jarum suntik, namun fungsinya ialah sebagai label, bukan zat yang terkandung dalam suntikan tersebut.

Label ini bekerja mirip seperti kode batang atau QR code untuk menandai jarum suntik, bukan untuk dimasukkan ke dalam tubuh manusia dan membawa berbagai data pribadi. Teknologi ini juga masih bersifat opsional dan belum tentu akan digunakan.

Juru bicara Apiject Steve Hofman juga mengonfirmasi kepada Reuters bahwa microchip ini tidak akan disuntikkan ke individu yang menerima vaksin. Ia mengatakan, microchip dirancang untuk dua tujuan, yakni untuk memungkinkan penyedia layanan kesehatan memastikan suntikan vaksin di dalamnya belum kedaluwarsa dan tidak palsu.

Begitu pula dengan yang dijelaskan oleh Erick Thohir dalam wawancara dengan Mata Najwa. Ia menjelaskan bahwa setiap vaksin corona memiliki kode yang berfungsi untuk meminimalisir risiko distribusi tidak sampai ke tangan masyarakat.

Bio Farma memasang barcode pada botol vaksin yang bisa berfungsi untuk melacak keberadaan vaksin dan siapa yang menerima vaksin tersebut. Hal ini untuk memastikan distribusi berjalan dengan lancar dan semua masyarakat yang boleh menerima vaksin, mendapatkan haknya.

Ia juga menekankan bahwa barcode tersebut hanya untuk menandai kemasan dan tidak akan disuntikkan ke dalam tubuh.

Sementara pernyataan Bill Gates tersebut diambil dari video bersama Alliance for Financial Inclusion. Video tersebut bisa diakses di bawah ini.

video youtube embed

Dalam video yang beredar, Bill Gates dibuat seolah ia mengatakan bahwa kita membutuhkan teknologi chip yang berfungsi untuk melacak vaksin. Padahal video itu direkam di tahun 2013 dan membahas soal masa depan digital dan inklusi keuangan, khususnya untuk masyarakat menengah ke bawah.

Video tersebut dipotong-potong membuat Bill Gates seolah sedang membahas soal teknologi dalam vaksin yang memungkinkan untuk melacak manusia yang menerimanya.