Kumparan Logo

ByteDance Mau Jual Pengembang Game Mobile Legends Rp 117 Triliun?

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Team Alter Ego Esports Indonesia (kiri) bertanding melawan Team Spirit asal Rusia (kanan) dalam kompetisi e-sports internasional Mobile Legends M7 World Championship. di Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Team Alter Ego Esports Indonesia (kiri) bertanding melawan Team Spirit asal Rusia (kanan) dalam kompetisi e-sports internasional Mobile Legends M7 World Championship. di Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

ByteDance dikabarkan berada dalam tahap lanjut untuk menjual Shanghai Moonton Technology, studi di balik game populer Mobile Legends: Bang Bang. Peminatnya adalah Savvy Games Group dari Arab Saudi.

Menurut laporan Reuters yang berasal dari dua sumber terdekat dengan isu tersebut, nilai transaksi diperkirakan berada di kisaran 6 miliar hingga 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 100 triliun hingga Rp 117 triliun.

Kesepakatan disebut bisa tercapai secepatnya pada kuartal ini. Kedua perusahaan juga telah menyepakati garis besar persyaratan utama dalam tahap awal negosiasi.

Para sumber menolak disebutkan namanya karena tidak memiliki kewenangan berbicara kepada media. Di lain pihak, ByteDance, Moonton, dan Savvy Games belum memberikan tanggapan resmi soal transaksi tersebut.

Kejuaraan Dunia Mobile Legends (M5 World Championship) di Filipina pada Desember 2023. Foto: Instagram @realmobilelegendsid

Jika terealisasi, penjualan Moonton akan menambah deretan transaksi besar di industri game global. Sebelumnya pada 2023, Microsoft telah merampungkan akuisisi Activision Blizzard, penerbit game Call of Duty, yang dibeli seharga Rp 1000 triliunan.

Mobile Legends menjadi salah satu aset paling menarik di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Game ini konsisten masuk daftar teratas unduhan dan memiliki ekosistem eSports aktif dengan liga profesional dan turnamen internasional.

Bagi Savvy Games, akuisisi ini berpotensi memperkuat ambisi Arab Saudi membangun industri game global. Sementara bagi ByteDance, langkah divestasi dapat membuka ruang untuk fokus pada lini bisnis lain, termasuk pengembangan kecerdasan buatan dan platform digital.