Cal AI Raup Miliaran Rupiah dari Aplikasi Pelacak Kalori Buatan Remaja 18 Tahun

12 September 2025 11:50 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cal AI Raup Miliaran Rupiah dari Aplikasi Pelacak Kalori Buatan Remaja 18 Tahun
Yadegari, remaja 18 tahun sukses dirikan Cal AI, aplikasi pelacak kalori berbasis AI dengan akurasi 90% dengan omset Rp 23 miliar per bulan.
kumparanTECH
Ilustrasi Cal AI. Foto: bella1105/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cal AI. Foto: bella1105/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Tidak seperti kebanyakan mahasiswa lainnya, Yadegari, remaja 18 tahun sukses menjadi pendiri dan CEO Cal AI. Cal AI merupakan sebuah aplikasi seluler pelacak kalori berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diluncurkan pada tahun 2024.
ADVERTISEMENT
Saat ini, Cal AI sudah memiliki 30 karyawan dan telah menghasilkan laba kotor sekitar 1.4 juta dolar atau sekitar Rp 23 miliar (kurs Rp 16,471) per bulan.
Aplikasi ini, menurut Yadegari, memiliki tingkat akurasi hingga 90%. Pengguna Cal AI hanya mengunggah foto makanan mereka, dan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan aplikasi tersebut akan memberikan perkiraan total kalori.
"Saya pikir kewirausahaan itu keren banget karena pada akhirnya, usia tidak terlalu berpengaruh. Anda jago atau tidak jago dalam apa yang Anda lakukan, dan pasar lah yang akan menentukan hasilnya," kata Yadegari, dikutip CNBC.

Belajar Coding di Usia 7 Tahun Hingga Bikin Aplikasi AI

Terinspirasi oleh kecintaannya pada game dari seperti Minecraft, Yadegari mulai belajar tutorial tentang pengkodean berbagai jenis program, mengirim pesan langsung kepada pembuat kode, dan kreator lain untuk meminta kiat-kiat.
ADVERTISEMENT
Ide-ide yang ia bangun terus gagal, sampai ia fokus pada masalah pribadinya dalam berolahraga. Saat Yadegari berolahraga dan menggunakan aplikasi pelacak kalori, ia haru memasukkan semua makanannya secara manual yang menurutnya merepotkan.
Bersama kedua temannya, Yadegari memutuskan untuk mencoba membangun model AI yang dapat menganalisis foto makanan. Mereka menghabiskan 2 ribu dolar atau Rp 32 juta untuk uji coba pemasaran di media sosial.
Ilustrasi Cal AI. Foto: bella1105/Shutterstock
Cal AI menghasilkan pendapatan lebih dari 28 ribu dolar atau Rp 461 juta untuk bulan pertamanya. Para pendiri mulai merekrut karyawan setelah bulan berikutnya.
Yadegari bekerja 40 jam per minggu di aplikasi tersebut, menulis kode dan bertukar pikiran tentang potensi fitur baru dengan para desainer dan pengembang Cal AI.
ADVERTISEMENT
“Orang tua saya sangat senang dengan semua yang ada di Cal AI, terutama ibu saya. Dia benar-benar menggunakan aplikasinya,” ujar Yadegari.

Rencana Masa Depan Cal AI

Aplikasi seluler mungkin tampak seperti ide bisnis yang perawatannya relatif rendah, tetapi pengeluaran Cal AI hampir menyamai pendapatannya.
Cal AI mungkin menghemat waktu pengguna dibandingkan dengan aplikasi sejenisnya yang lebih tradisional. Yadegari berharap dapat menjadikan Cal AI sebagai aplikasi pelacak kalori terbesar.
Yadegari berencana menjalankan Cal Ai selama dua tahun ke depan, setelah itu ia akan menjualnya atau menyerahkan kendali kepada CEO lain agar dapat memulai perusahaan barunya.
"Idealnya, ini benar-benar membentuk masa depan dan menjadi bagian dari warisan saya,” ungkap Yadegari.
Reporter: Muhamad Ardyansyah
ADVERTISEMENT