Cara Aman Kirim Foto Selfie KTP untuk Verifikasi Akun Pinjol hingga PayLater
ยทwaktu baca 1 menit

Baru-baru ini marak kasus penjualan foto selfie beserta KTP di media sosial. Hal tersebut cukup mengejutkan, karena tak sedikit masyarakat yang menyerahkan kedua data pribadi tersebut untuk verifikasi akun e-wallet, paylater, hingga pinjaman online (pinjol).
Kasus penjualan foto selfie dan KTP memang kerap kali terjadi dan gampang ditemukan di media sosial maupun e-commerce. Menurut Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, data-data tersebut bisa tersebar disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kebocoran data atau dari platform yang sengaja melakukan penipuan.
Alfons menilai verifikasi data pribadi dengan selfie KTP tujuannya sudah baik, untuk verifikasi data. Namun, memang tak menutup kemungkinan cara demikian disalahgunakan oleh oknum atau pihak yang tak bertanggung jawab.
"Memang foto selfie dengan KTP sekarang dijadikan sebagai salah satu pengganti verifikasi yang keabsahannya cukup andal. Hanya kita perlu berhati-hati memberikan informasi ini berkaitan dengan banyaknya data kependudukan yang diduga bocor dan kemungkinan besar data kita termasuk ke dalamnya," kata Alfons dalam keterangan yang diterima kumparan, Jumat (25/6).
Secara teknis Alfons mengingatkan bahwa masyarakat tidak bisa menghindari data pribadi berupa foto selfie dan KTP disebarkan, setelah diserahkan ke pihak penyedia layanan. Jadi memang harus berhati-hati memberikan data, apalagi, seperti data kependudukan.
Berikut tips yang bisa kamu lakukan untuk berjaga-jaga agar foto selfie dan KTP untuk verifikasi akun disebar atau dijual oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Cara Aman untuk Kasih Foto Selfie KTP untuk Verifikasi Akun
Begini cara yang aman untuk kirim foto selfie dan KTP untuk verifikasi akun mulai dari paylater hingga pinjol.
1. Pastikan penerima data adalah pihak yang dapat dipercaya
Kamu harus pastikan bahwa penerima data adalah pihak yang dapat dipercaya dan memiliki kredibilitas. Kalau pinjol atau lembaga keuangan yang belum dapat dipastikan bonafiditasnya, disarankan untuk jangan memberikan data foto selfie dan KTP.
2. Pastikan data yang dikirimkan melalui koneksi yang aman
Jika kamu ingin mengirimkan foto KTP dan selfie untuk verifikasi akun, pastikan menggunakan jaringan internet yang aman. Pastikan platform atau penyedia layanan memakai jaringan terenkripsi dan tidak bisa di sadap.
3. Usahakan membedakan penampilan
Hindari menggunakan baju polos karena mudah di fotoshop, sehingga tidak mudah di edit atau di manipulasi data KTP-nya. Pakai pakaian bermotif seperti batik yang susah diubah-ubah dan mudah diidentifikasi.
4. Usahakan memegang KTP sedemikian rupa
Pengiriman foto selfie dan KTP untuk verifikasi akun pasti tidak satu atau dua kali. Maka, dari itu saat melakukan foto selfie memegang KTP, bisa tandai dengan membedakan background untuk diberikan kepada setiap penyedia. Bisa juga dengan memberikan watermark pada foto selfie yang diberikan. Kedua hal ini berguna untuk melacak asal foto, jika terjadi kebocoran.
Bisa juga dengan memberikan watermark pada foto selfie yang diberikan. Kedua hal ini berguna untuk melacak asal foto, jika terjadi kebocoran.
Ada banyak penyalahgunaan yang bisa dilakukan dengan foto selfie maupun KTP, pihak tak bertanggung jawab bisa melakukan pinjaman online melalui aplikasi atau melakukan pembelian barang. Dengan adanya selfie KTP tersebut, pelaku berpura-pura melakukan transaksi seolah pemilik KTP yang meminjam atau membeli, sehingga korban harus bertanggung jawab.
Hasil riset Kaspersky, data pribadi bisa dijual dengan harga yang cukup murah, bahkan bisa lebih mahal dari secangkir kopi di kafe. Penelitian Kaspersky menemukan bahwa akses ke data pribadi bisa mulai dari 0,5 dolar AS atau sekitar Rp 7.000 untuk kartu identitas, seperti KTP.
