Cara Cek Lokasi Banjir Jakarta di PetaBencana.id dan Aplikasi Pantau Banjir

25 Februari 2020 7:30 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Cek lokasi banjir Jakarta di situs web PetaBencana.id. Foto: Tangkapan layar PetaBencana.id
zoom-in-whitePerbesar
Cek lokasi banjir Jakarta di situs web PetaBencana.id. Foto: Tangkapan layar PetaBencana.id
ADVERTISEMENT
Hujan deras yang terjadi sejak Senin (24/2) malam hingga Selasa (25/2) pagi mengakibatkan sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya diterjang banjir.
ADVERTISEMENT
Air yang menggenang di beberapa lokasi bahkan telah memasuki rumah warga dan menutup akses jalan. Tingginya genangan air atau banjir bervariasi, mulai dari 60 cm.
Untuk memantau informasi seputar banjir Jakarta bisa dengan berbagai cara. Misal, cek linimasa akun Twitter resmi Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, yang selalu memberikan kabar terkini soal daerah yang banjir.
Selain itu, kamu juga bisa memantau dari situs web PetaBencana.id yang dibuat oleh Yayasan Peta Bencana bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Website ini menyajikan berbagai informasi mengenai titik-titik banjir di Jakarta dan wilayah lainnya dengan visualisasi berbentuk peta yang ter-update secara real-time.
Cek lokasi banjir Jakarta di situs web PetaBencana.id. Foto: Tangkapan layar PetaBencana.id
Untuk data titik banjir, PetaBencana.id memanfaatkan laporan masyarakat, dari media sosial Twitter, Telegram, dan aplikasi lokal. Netizen bisa berkontribusi melaporkan wilayah mana saja yang terdampak banjir dengan mention akun Twitter PetaBencana.id (@petabencana).
ADVERTISEMENT
Masyarakat juga bisa melaporkan melalui saluran lainnya, seperti aplikasi pesan Telegram PetaBencana.id dengan "/banjir". Atau gunakan aplikasi Qlue dan Pasang Mata.
Penggunaan platform PetaBencana.id cukup mudah dibaca karena seolah mirip dengan Google Map. Kamu bisa mencari lokasi wilayah yang ingin diketahui statusnya. Peta pun dapat digeser, diperbesar, dan diperkecil.
Jika di dalam peta terdapat warna kuning, berarti wilayah tersebut memiliki kedalaman air antara 10-70 cm. Warna cokelat berarti ketinggian air 70-150 cm, sementara warna merah untuk menandakan kedalaman di atas 150 cm.
Dalam deskripsi di situs webnya, PetaBencana.id mengumpulkan, menyortir, dan “memvisualisasikan” data menggunakan CogniCity Open Source Software -sebuah platform untuk manajemen kebencanaan- untuk mengubah data dari media sosial dan aplikasi lainnya menjadi informasi penting.
ADVERTISEMENT
"Platform ini menggunakan paradigma “manusia sebagai sensor terbaik”, di mana laporan terkonfirmasi dikumpulkan secara langsung dari pengguna di lapangan, dengan metode yang memungkinkan pengolahan data yang cepat dengan biaya minimum. Kerangka kerja ini menghasilkan data real-time dan akurat, yang langsung tersedia untuk pengguna dan petugas darurat berwenang," tulisnya.

Aplikasi Pantau Banjir

Selain PetaBencana.id, kamu juga bisa memantau banjir di aplikasi Pantau Banjir yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Fitur yang ada di aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengetahui informasi ketinggian air, ketinggian di pintu air, kondisi siaga ketinggian di pos pengamatan, dan kondisi pompa air yang beroperasi.
Cek lokasi banjir Jakarta lewat aplikasi Pantau Banjir Foto: Tangkapan layar Pantau Banjir
Selain itu, pengguna juga bisa melihat laporan terkait lokasi banjir di aplikasi ini, namun tidak bisa memberikan laporan sendiri. Di menu Pintu Air, pengguna dapat melihat sejumlah pintu air di Jakarta lengkap dengan kondisi cuaca dan hitungan angka ketinggiannya.
ADVERTISEMENT
Sementara menu Pompa Air akan menampilkan jumlah pompa, berapa yang beroperasi, dan berapa yang disiagakan di wilayah Jakarta. Di aplikasi ini juga menyediakan lokasi peta banjir Jakarta.
Masyarakat diminta waspada akan bencana banjir di sejumlah wilayah Jabodetabek. cuaca untuk Senin (24/2) hingga Rabu (26/2) mendatang berpotensi dilanda hujan lebat disertai angin kencang dan kilat/petir.
BMKG memberi peringatan dini cuaca di Indonesia untuk periode Senin-Rabu tanggal 24-26 Februari 2020. Pihaknya mengingatkan adanya dampak siklon tropis Ferdinand dan siklon tropis Esther yang meningkatkan kecepatan angin.