kumparan
search-gray
Tekno & Sains14 Mei 2020 3:45

Cara Cepat Kembalikan Akun WhatsApp yang Dibajak Hacker

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi Hacker
Ilustrasi Hacker. Foto: Shutterstock
Keamanan akun WhatsApp menjadi sorotan akhir-akhir ini. Pengetahuan soal segala hal yang berkaitan dengan keamanan WhatsApp pun menjadi penting agar pengguna tidak jadi korban peretasan hacker.
ADVERTISEMENT
Selain mengetahui cara mencegah peretasan, pengguna juga perlu mengetahui cara mengembalikan akun WhatsApp yang telah dibajak hacker. Tujuannya supaya akun segera kembali ke kendali pengguna dan hacker tidak punya waktu lama ketika membajak akun tersebut.
Menurut pakar dari firma keamanan siber Vaksincom, Alfons Tanujaya, ada tiga tahapan sederhana untuk kamu mengembalikan kembali akun yang telah dibajak hacker.
"Caranya simpel. Pertama instal ulang WhatsApp. Kedua, masukkan nomor HP Anda. Ketiga, ketika terima SMS notifikasi segera disetujui untuk mengambil kembali akun Anda. Akun akan otomatis kembali dan logout dari perangkat lain," kata Alfons, kepada kumparan, Rabu (13/5).
Ilustrasi WhatsApp
Logo WhatsApp di baju. Foto: Rupak De Chowdhuri/Reuters
Alfons menjelaskan, instal ulang aplikasi WhatsApp itu diperlukan untuk mengaktifkan proses verifikasi ambil kembali nomor yang telah dibajak. Nantinya, ketika kamu masuk kembali ke akun WhatsApp kamu, hacker akan otomatis keluar atau logout dari akun kamu yang dibajak.
ADVERTISEMENT
Hal ini disebabkan karena WhatsApp hanya mengizinkan satu sesi penggunaan saja. Artinya, satu akun WhatsApp hanya diizinkan untuk dipakai oleh satu perangkat pada satu periode waktu tertentu.
Perlu dicatat, dalam proses mengembalikan akun yang telah dibajak, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.
Pertama, pastikan bahwa kode one time password (OTP) kamu tidak diketahui oleh orang lain. Kode OTP sendiri merupakan password sekali pakai yang dikirimkan WhatsApp lewat SMS atau telepon ketika orang mau masuk ke sebuah akun.
Kalau kode OTP kamu diketahui oleh orang lain, proses mengembalikan akun kamu bisa sia-sia. Sebabnya, orang lain bisa tetap bisa masuk ke akun kamu. Oleh karena itu, pastikan kode OTP WhatsApp kamu hanya diketahui oleh diri kamu sendiri dan jangan kasih ke orang lain.
ADVERTISEMENT
"Pelaku itu mendapat OTP cuma dengan dua cara. (Pertama) dia bisa akses SMS-nya (korban) secara langsung. Atau dia bisa minta (kode OTP) ke korban secara langsung," kata Ruby Alamsyah, CEO firma keamanan siber Digital Forensic Indonesia, kepada kumparan.
logo WhatsApp, ilustrasi
Gambar close-up logo WhatsApp di mata seorang. Foto: Christophe Simon / AFP
Selain jangan memberitahu kode OTP, hal kedua yang perlu kamu perhatikan adalah apakah ada aplikasi spyware yang tertanam dalam smartphone kamu.
Spyware sendiri merupakan sebuah alat peretasan yang dipakai hacker untuk mengetahui aktivitas perangkat korban. Alat hack tersebut bisa terpasang di smartphone kamu tanpa sadar jika kamu sembarangan men-download file, yang ternyata file tersebut berisi spyware tanpa kamu sadari.
Alat tersebut bisa membaca aktivitas SMS ataupun telepon dari perangkat kamu. Jadi, kamu bisa saja tidak memberitahu kode OTP kamu. Namun, kalau smartphone kamu terdapat spyware, hacker bisa tetap mengetahui kode OTP kamu tersebut.
ADVERTISEMENT
Menurut pendiri komunitas Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, kamu harus memastikan apakah perangkat kamu bebas dari spyware atau tidak, sebelum kamu masuk kembali ke akun WhatsApp.
Ilustrasi Hacker
Ilustrasi Hacker. Foto: Shutterstock
"Untuk sadar atau enggak (adanya spyware), cara paling gampang itu monitor penggunaan data kita harian," kata Teguh.
Teguh menjelaskan, lonjakan penggunaan internet itu disebabkan oleh upload data secara otomatis dari aplikasi spyware di ponsel pengguna ke server milik hacker. Kamu bisa mengecek riwayat penggunaan data internet kamu melalui Pengaturan > Data > Riwayat Penggunaan Data.
Kalau ternyata kamu menemukan ada lonjakan data internet yang tidak wajar, besar kemungkinan smartphone kamu telah tertanam spyware. Kalau demikian, Teguh menganjurkan agar kamu melakukan reset factory (reset pabrik) sebelum masuk kembali ke akun WhatsApp kamu. Tujuannya agar aplikasi spyware yang terinstal di ponsel dapat terhapus terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white