Cara Kembalikan Akun WhatsApp yang Dibajak Orang

Kasus pembajakan aplikasi WhatsApp terus saja terjadi. Ada berbagai modus yang dilancarkan oleh pembajak atau hacker untuk mengambil alih akun korban.
Salah satu modus pembajakan yang saat ini tengah popular adalah peretasan meminta kode voucher game dari kasir minimarket, seperti Indomaret atau Alfamart yang seakan salah kirim ke nomor HP tujuan.
Dalam kasus salah kirim kode voucher game Indomaret ini, penipu mengirim pesan WhatsApp atau telepon ke calon korban, yang menggambarkan seolah kasir minimarket tersebut salah input nomor telepon HP, sehingga kode voucher game terkirim ke nomor korban.
Di saat bersamaan, penipu juga mengirimkan SMS yang berisi tulisan Thailand beserta kode nomor. Penipu bilang bahwa kode itu adalah voucher game yang salah kirim tadi, padahal sebenarnya itu adalah one time password (OTP) WhatsApp.
Di saat itu, penipu sedang berusaha melakukan login akun WhatsApp dengan menggunakan nomor telepon korban, sehingga muncul SMS dengan bahas Thailand beserta kode OTP tersebut. Jika penipu berhasil mendapatkan kode OTP tersebut, maka tak lama akun WhatsApp korban akan diambil alih.
Lantas, bagaimana kalo kita terjebak dalam modus peretasan tersebut? Dan apa yang harus untuk mengembalikan akun WhatsApp korban?
Seorang web developer bernama Dedy Ong membagikan ceritanya soal bagaimana dia membantu teman untuk mendapatkan akun WhatsApp-nya lagi. Kepada kumparanTECH, Dedy mengizinkan untuk mengutip tweet dia tersebut.
Dedy menjelaskan ketika itu akun WhatsApp milik temannya sudah tidak bisa login, karena pihak WA memintanya menunggu hingga 12 jam untuk mencoba mengambil alih kembali. Bahayanya, hacker akan punya waktu 12 jam untuk menguasai akun WhatsApp.
Untuk kasus seperti itu, bisa mengikuti langkah-langkah yang Dedy terapkan di bawah ini.
Kirim email ke WhatsApp
Daripada menunggu hingga 12 jam untuk bisa mencoba login, lebih baik mengirimkan email kepada WhatsApp untuk menonaktifkan akun tersebut. Kirim email ke support@whatsapp.com dengan subjek "My WhatsApp Got Hacked".
Lalu, isi bodi email dengan kalimat seperti ini:
"Hi,
My WhatsApp number +628xxxxx got hacked because I accidentally shared my OTP code. Please help deactivate my account.
Last OTP I received in my sms inbox was XXXXXX."
Ganti tanda XXX dengan angka nomor telepon dan kode OTP yang diterima terakhir yang dikirim WhatsApp.
Hacker sudah set Two-step verification
Setelah dapat balasan dari email tersebut yang menandakan akun WhatsApp sudah non-aktif, kamu hanya tunggu hingga 12 jam dan melakukan percobaan login kembali. Apabila hacker sudah mengatur keamanan Two-step verification dan memasukkan alamat email recovery, ada yang perlu kamu lakukan.
Caranya kembali membalas email yang dikirimkan ke support@whatsapp.com dengan kalimat seperti ini:
"Hi,
I need help to gain access back to my WhatsApp account. The hacker set a pin to my account and I cant login.
Hacker also sets the email so trying to reset my pin by email is also not possible anymore.
Is there any way to reset?"
Dedy menjelaskan WhatsApp akan membutuhkan waktu sampai 7 hari untuk memproses reset PIN Two-step verification. Setelah watu itu terlewati coba untuk melakukan login kembali dengan memasukkan kode OTP yang diterima.
Jangan sebar OTP dan aktifkan Two-step verification
Beberapa waktu lalu pakar keamanan siber dari perusahaan anti-virus Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan modus kasus penipuan membagikan OTP (one-time password) WhatsApp yang semuanya menggunakan metode yang mirip atau hampir sama. Maka, dari itu jangan sekali-kali menyebarkan OTP kepada orang lain.
"Usaha pembajakan akun Whatsapp yang akan memicu server Whatsapp mengirimkan SMS ke nomor korbannya dan kerap diakali dengan menggunakan bahasa asing untuk menyamarkan diri dan bertujuan supaya korbannya tidak menyadari bahwa kode yang akan diberikannya adalah kode verifikasi pemindahan akun Whatsapp," kata Alfons.
Belajar dari kasus ini langkah pencegahan yang efektif adalah mengaktifkan fitur Two-step verification WhatsApp. Pelaku penipuan tidak bisa mengakses akun WhatsApp karena tidak mengetahui PIN two-step verification. Lalu bagaimana cara mengaktifkan fitur ini? Berikut langkahnya:
Ketuk ikon tiga titik di pojok kanan atas aplikasi WhatsApp di smartphone.
Pilih menu "Settings".
Masuk ke pengaturan "Account".
Pilih "Two-step Verification".
WhatsApp akan memintamu untuk mengaktifkan Two-step Verification menggunakan PIN. Tekan "Enable" di bagian bawah untuk mengaktifkannya.
Buat PIN dengan memasukkan 6 digit angka sesuai dengan yang kamu inginkan. Hindari menggunakan kombinasi angka nomor ponsel, tanggal lahir atau alamat rumah.
WhatsApp akan memintamu untuk memasukkan alamat email yang akan terintegrasi dengan akun WhatsApp, kalau suatu hari kamu ingin mengganti PIN.
Selesai, fitur Two-step Verification berhasil terpasang.
