Tekno & Sains
·
29 Januari 2021 14:14

Cara Kerja Alat Tracing COVID-19 BluePass yang Diuji Coba BNPB

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Cara Kerja Alat Tracing COVID-19 BluePass yang Diuji Coba BNPB (98236)
searchPerbesar
Alat pelacak COVID-19, BluePass. Foto: Dok. BNPB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan uji coba BluePass kepada para pegawainya untuk melakukan tracing atau pelacakan kontak erat pasien positif corona. Alat BluePass ini sudah digunakan terlebih dahulu di Singapura.
ADVERTISEMENT
BNPB akan menerima 520 unit BluePass yang dipinjamkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Singapura. Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo, mengatakan, Singapura sangat terbuka untuk kerja sama pengembangan alat BluePass untuk tracing kontak erat pasien COVID-19 demi menekan angka kasus penularan.
"Singapura sangat terbuka untuk kerja sama. Bulan depan Mudah-mudahan bisa dievaluasi dan disiapkan aturan kebijakan kalau mau diterapkan di beberapa daerah,” kata Tommy, panggilan akrab Suryopratomo.
Menurutnya, BluePass sudah diuji coba terlebih dahulu kepada seluruh pegawai KBRI Singapura. Alat BluePass sendiri dikembangkan oleh D’Crypt, perusahaan teknologi yang didanai Temasek Holdings.
Cara Kerja Alat Tracing COVID-19 BluePass yang Diuji Coba BNPB (98237)
searchPerbesar
Uji coba BluePass di KBRI Singapura. Foto: Dok. KBRI Singapura
"Polytron yang membuat chips di dalamnya. Casingnya dibuat di Batam, tapi perusahaan Amerika. Teknologinya yang mengembangkan D’Crypt Singapore. D’crypt didanai Temasek," jelasnya kepada kumparanTECH.
ADVERTISEMENT
Cara kerja BluePass terlihat sederhana dan aman. Alat ini menggunakan teknologi Bluetooth Low Energy (BLE) yang dianggap cocok untuk pelacakan kontak. Selain aman digunakan, teknologi BLE ini hemat energi dan membuat baterai BluePass dapat bertahan 12 bulan.
Berikut adalah tahap-tahap cara kerja BluePass yang akan diuji coba di Indonesia.
  • Sebelum BluePass diberikan kepada pengguna, alat tersebut akan di-scan QR Code untuk memasukkan identitas diri. Di Singapura, data yang dimasukkan di BluePass berupa National Registration Identity Card (NRIC), seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Indonesia. Kemudian, bisa juga memasukkan paspor.
  • Setiap pengguna akan memiliki nomor identik dari perangkat BluePass. Setiap pengguna memiliki nomor yang berbeda. Hal ini akan memudahkan identifikasi, jika pemilik BluePass dinyatakan positif COVID-19.
  • Setelah BluePass diberikan, alat ini bisa disimpan di saku celana, dipasang seperti jam tangan, atau ditempel di tas seperti gantungan kunci. Bobotnya ringan, tahan air, dan diklaim tidak mudah rusak.
  • BluePass bekerja secara otomatis mendeteksi perangkat yang digunakan pengguna lain dalam jarak sekitar 3 meter. Dengan kurun waktu sekitar 10 menit, BluePass yang saling berdekatan akan bertukar data dan menggolongkannya sebagai kontak erat.
Cara Kerja Alat Tracing COVID-19 BluePass yang Diuji Coba BNPB (98238)
searchPerbesar
Alat pelacak COVID-19, BluePass. Foto: Ministry of Manpower Singapore/YouTube
  • BluePass mampu menyimpan sebanyak 360 ribu data tracing. Alat ini bisa melakukan pelacakan kontak erat hingga 63 hari.
  • Apabila pemilik BluePass dinyatakan positif COVID-19, alat tersebut akan di-scan QR code untuk membuka enkripsi data. Caranya menggunakan aplikasi BluePass21 yang langsung terhubung dengan server. Setiap komunikasi antar perangkat terlindungi enkripsi.
  • Data diambil di server dekripsi dengan SFTP (SSH File Transfer Protocol), sehingga lebih aman. Setelah data berhasil diambil dengan bentuk file Excel, bisa ditelusuri siapa yang telah melakukan kontak erat dengan pasien positif tersebut.
ADVERTISEMENT
BluePass bekerja tanpa GPS, sehingga tidak akan melacak keberadaan pengguna. Alat ini juga tidak mengharuskan pengguna memiliki aplikasi khusus di ponsel mereka. Pengguna BluePass bisa langsung digunakan oleh pengguna secara otomatis, setelah dikonfigurasi oleh petugas saat pemakaian pertama.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020