Cara Pantau dan Lapor Banjir dengan PetaBencana.id

Bencana banjir kembali melanda DKI Jakarta dan sekitarnya. Selasa pagi ini (21/2), 54 titik di ibu kota dilaporkan banjir dengan ketinggian beragam mulai dari 150 cm.
Untuk memantau informasi seputar banjir secara real time, masyarakat bisa mengunjungi situs PetaBencana.id, yang menampilkan peta titik-titik daerah banjir di Jakarta.

Dalam pemetaan di situs PetaBencana, kawasan banjir akan diberi warna yang sesuai dengan tingkat keparahannya, seperti warna berikut ini:
- Kuning untuk banjir ringan
- Cokelat untuk banjir sedang
- Merah untuk banjir parah
Warga juga bisa melihat informasi ketinggian air di daerah tersebut dan foto-fotonya di lokasi tersebut dengan mengklik simbol air berwarna biru.
Situs PetaBencana ini merupakan hasil garapan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Urban Risk Lab dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat. Situs ini sebelumnya bernama PetaJakarta.org dan kemudian ganti nama jadi PetaBencana.id. Untuk sementara, informasi banjir di PetaBencana hanya tersedia untuk tiga kota, yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Cara Lapor
Platform PetaBencana akan menerima dan menganalisis laporan-laporan warga dari media sosial dan aplikasi pesan instan, seperti Twitter dan Telegram.
Pengguna Twitter bisa berkontribusi memberi informasi pada layanan ini dengan cara mengirimkan informasi banjir ke akun @petabencana dengan tagar #banjir. Kemudian, mesin kecerdasan buatan yang diberi nama BencanaBot akan otomatis memandu pengguna untuk mengisi laporan.
Pengguna Telegram juga dapat melaporkan banjir dengan mengirim pesan "*banjir*" ke @BencanaBot, yang akan membantu pengguna membuat laporan. Pengguna dapat menambahkan deskripsi, foto, tinggi banjir, dan detail lokasi dalam laporan.
Selain mengumpulkan laporan dari media sosial, PetaBencana juga menampilkan tinggi muka air di pintu air dan lokasi pompa terdekat sebagai gambaran tentang situasi banjir. Ke depannya, platform ini rencananya akan dikembangkan untuk bencana lain, seperti erupsi gunung vulkanik dan gempa bumi.
Pengembangan PetaBencana adalah bagian dari proyek InAWARE Disaster Management Early Warning and Decision Support Capacity Enhancement (fase 2) dari BNPB dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Proyek ini didukung oleh USAID (United States Agency for International Development), Pacific Disaster Center (PDC), dan Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT).
