Tekno & Sains
·
4 Juli 2019 7:27

CEO Baidu Disiram Air saat Presentasi soal Kecerdasan Buatan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
CEO Baidu Disiram Air saat Presentasi soal Kecerdasan Buatan (735028)
searchPerbesar
CEO Baidu, Robin Li. Foto: Sun Yilei/Reuters
Insiden memalukan menimpa CEO perusahaan mesin pencari asal China Baidu, Robin Li. Di tengah presentasinya tentang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Beijing, Rabu (3/7), tiba-tiba saja kepala Li disiram air oleh sosok pria tidak dikenal.
ADVERTISEMENT
Pria misterius dengan kaos hitam itu naik ke atas panggung dan menyiramkan air ke kepala bos Google-nya China tersebut. Li hanya bisa tertegun ketika air dari botol membasahi kepalanya.
Li mengambil langkah mundur untuk menghindari guyuran dan mengibas air dari kepalanya. Setelah selesai, ia berkata, “Apa masalahmu?”
Dari video yang beredar, para hadirin juga terdengar cukup terkejut dengan 'serangan' tak terduga itu. Setelah selesai mengguyur kepala Li, si pria tidak dikenal bergegas turun panggung.
“Seperti yang bisa kalian lihat, segala hal yang tidak disangka bisa saja terjadi ketika kami mengembangkan AI,” katanya. “Namun kesungguhan kami tidak akan berubah. Kami percaya kalau AI akan mengubah semua hidup manusia.”
Sebelumnya, diketahui Li sedang membicarakan soal pengembangan mobil tanpa sopir dalam rangka implementasi AI di China. Konferensi itu sendiri berlangsung selama dua hari.
ADVERTISEMENT
Belum diketahui siapa sosok penyiram Robin Li. Baidu masih enggan berkomentar terkait peristiwa tersebut. Namun, juru bicara Baidu mengatakan bahwa saat ini perusahaan sedang melakukan penyelidikan atas insiden itu.
Dalam beberapa tahun terakhir, Baidu memang menjadi search engine paling besar di China, mengingat Google terkena blokir di Negeri Tirai Bambu. Walau begitu, dengan hadirnya kompetitor seperti Tencent dan Alibaba, Baidu menghadapi penurunan pendapatan dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Maret 2019, Baidu dilaporkan mengalami kerugian hingga 327 juta yuan karena merosotnya jumlah iklan yang menjadi sumber pemasukan utamanya. Itu menjadi kerugian terbesar yang mereka alami sejak perusahaan go public pada 2005, menurut CNN.
Sementara itu, laba Baidu turun hingga 6,7 miliar yuan pada tahun lalu, saham Baidu juga mengalami penurunan hingga 25 persen sepanjang 2019.
ADVERTISEMENT