Kumparan Logo

CEO Nvidia Jensen Huang: Robotik Akan Jadi Industri Besar di Korea Selatan

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Nvidia, Jensen Huang, di Korea Selatan. Foto: Kim Soo-Hyeon/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
CEO Nvidia, Jensen Huang, di Korea Selatan. Foto: Kim Soo-Hyeon/REUTERS

CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebut robotik akan menjadi sektor besar berikutnya di Korea Selatan. Pernyataan itu disampaikan saat ia kembali mengunjungi negara tersebut untuk kedua kalinya dalam tujuh bulan terakhir.

Setibanya di Bandara Internasional Gimpo usai terbang dari Taiwan, Huang mengatakan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan robotik akan semakin mengubah industri manufaktur, termasuk produksi chip. Ia menilai Korea Selatan memiliki peluang besar untuk berkolaborasi dengan perusahaan semikonduktor lokal dalam pengembangan teknologi AI dan robotik.

"Korea adalah pusat manufaktur dunia. Karena itu, kami dapat menerapkan teknologi robotika dan physical AI yang kami kembangkan untuk industri di sini," kata Huang, mengutip Reuters, Minggu (7/6).

Kunjungan Huang kali ini juga menunjukkan semakin eratnya hubungan Nvidia dengan sejumlah perusahaan teknologi Korea Selatan. Selama berada di Seoul, Huang bertemu dengan para petinggi Hyundai Motor, LG, SK Hynix, Samsung Electronics, dan Naver.

Ketika ditanya apakah ia membawa hadiah untuk Korea Selatan, Huang menjawabnya sambil bercanda.

"Saya membawa banyak bisnis untuk Korea. Saya juga punya beberapa kejutan," ujarnya.

CEO Nvidia Jensen Huang berbicara dalam pertemuan internal perusahaan di lahan kavling T17 dan T18 mereka di Shilin-Beitou Technology Park di Taipei, Taiwan, Rabu (27/5/2026). Foto: I-HWA CHENG/AFP

Setelah tiba di Seoul, Huang lebih dulu mengunjungi sebuah warnet dan bertemu para pemain e-sports, termasuk bintang T1, Lee Sang-hyeok atau Faker. Putri Jensen, Madison Huang, turut mendampingi dengan mengenakan seragam tim T1.

Huang menghadiri jamuan makan bersama Chairman LG Group Koo Kwang-mo, Chairman SK Group Chey Tae-won, dan pendiri Naver Lee Hae-jin di sebuah restoran di Seoul pada malam harinya. Di hadapan para tamu, Huang mengatakan mitra-mitra Nvidia di Korea Selatan tengah menikmati pertumbuhan yang kuat.

"Teman-teman saya di sini memiliki tahun yang sangat baik, tetapi ini baru permulaan," katanya.

Huang menambahkan, produk AI generasi terbaru Nvidia akan membutuhkan lebih banyak chip memori. Pernyataan yang menjadi kabar positif bagi Samsung Electronics dan SK Hynix yang secara gabungan menguasai sekitar 70 persen pasar chip memori yang digunakan dalam akselerator AI Nvidia.

Dalam acara makan malam tersebut, Huang juga membagikan camilan jagung berlapis cokelat bertuliskan "HBM Chips", merujuk pada teknologi High Bandwidth Memory (HBM) yang dipasok SK Hynix untuk chip AI Nvidia. Para hadirin pun kompak meneriakkan "HBM".

Huang sebelumnya mengungkapkan bahwa Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron telah memenuhi kualifikasi untuk memasok chip HBM4 bagi platform AI generasi berikutnya Nvidia, Vera Rubin.

"Ketiga vendor sudah memasuki tahap produksi dan semuanya berlomba mendukung Vera Rubin," ujarnya.

Jensen Huang, CEO Nvidia di Korea Selatan. Foto: Kim Soo-Hyeon/REUTERS

Meski demikian, Huang mengakui pasokan memori masih menjadi tantangan. Nvidia harus mengoptimalkan penggunaan memori di seluruh sistemnya, terutama di tengah tingginya permintaan chip AI.

Selain memperkuat kerja sama dengan industri lokal, Nvidia juga mulai merekrut tenaga kerja untuk pusat penelitian dan pengembangan (R&D) yang sedang dibangun di Seoul.