Kumparan Logo

CEO: TikTok Tak Lagi Dipenuhi Konten Orang Joget, Ada Video Edukasi Juga

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO TikTok Shou Zi Chew bersaksi di depan sidang Komite. Foto: Evelyn Hockstein/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
CEO TikTok Shou Zi Chew bersaksi di depan sidang Komite. Foto: Evelyn Hockstein/Reuters

CEO TikTok, Shou Zi Chew, mengklaim konten TikTok saat ini tak lagi disesaki oleh video orang joget. Konten yang sekarang ada di TikTok disebut sudah lebih beragam.

Dalam acara TikTok Southeast Asia Impact Forum di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (16/6), dia menggarisbawahi konten edukasi dan pendidikan di TikTok yang tumbuh signifikan.

Pria asal Singapura itu mengungkap, banyak siswa sekolah yang mulai memanfaatkan TikTok sebagai jendela untuk belajar dan membuat konten.

Seiring dengan berkembangnya platform, konten yang diproduksi tak hanya menyanyi dan berjoget saja, tapi kami juga melihat vertikal sektor lain seperti pendidikan yang meningkat di platform kami secara global.

- Shou Zi Chew, CEO TikTok -

TikTok telah menjadi platform berbagi konten yang dengan cepat digemari para Gen Z. Riset terbaru dari Morning Consult menunjukkan, hingga Februari 2023, sebanyak 14% Gen Z mengaku telah menjadikan TikTok sebagai tempat untuk mencari informasi, sementara 39% responden lainnya mengandalkan Google untuk mencari informasi.

Memang, Google masih dominan sebagai platform mesin pencari konten internet, tetapi pertumbuhan TikTok tidak bisa dipandang sebelah mata, baik dari sisi fungsinya bagi publik hingga bisnis di industri periklanan.

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama CEO TikTok Shou Zi Chew di acara peluncuran laporan TikTok Southeast Asia Socio-Economic Impact Report di Jakarta, Kamis (15/6/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

TikTok juga mendorong keberadaan UMKM di aplikasinya lewat fitur TikTok Shop selaku platform e-commerce. Fitur ini memungkinkan konsumen membeli barang melalui tautan di aplikasi selama live streaming berlangsung. TikTok menciptakan peluang bagi para pengusaha kecil untuk beralih dari berjualan offline ke online.

Fitur ini juga memberi kesempatan antara pembeli dan penjual untuk berinteraksi langsung melalui TikTok LIVE.

Untuk melakukan transformasi konten, TikTok mendorong lebih banyak kreator konten dan publisher di Indonesia untuk memproduksi konten yang lebih baik, dan berkualitas.

Walau, tak dapat dipungkiri, algoritmanya beberapa kali mendorong konten berkualitas rendah untuk muncul di timeline pengguna. Baru-baru ini, banyak pengguna di Indonesia yang terpapar konten mandi lumpur yang dilakukan oleh nenek-nenek, demi meminta poin ke audiens, yang kemudian poin itu bisa diuangkan ke rupiah.

TikTok dan sejumlah platform media sosial lain, sering kali lepas tanggung jawab atas viralnya konten-konten tidak bermutu seperti ini. Mereka berdalih, konten itu tampil karena rekomendasi algoritma, dan faktor kebiasaan pengguna. Dua faktor itu seharusnya tetap berada di bawah kendali platform media sosial.