Kumparan Logo

Cerita Kreator Zelen yang Sukses Bikin Sticker dan Dapat Uang di LINE

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Workshop LINE Creators di Lo.Ka.Si Bandung (Foto: kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Workshop LINE Creators di Lo.Ka.Si Bandung (Foto: kumparan)

LINE bukan sekadar aplikasi pesan. Ia adalah sebuah platform terbuka, yang memungkinkan kreator dari seluruh dunia membuat konten digital, dan kemudian mendapatkan keuntungan finansial dari karyanya.

Perusahaan ini tak pernah berhenti menjaring kreator-kreator baru untuk memperkaya konten sticker, theme, sampai dengan komik. Upaya menjaring kreator baru ini dilakukan dengan membuat acara bertajuk LINE Creators Roadshow & Competition di tiga kota: Bandung, Padang, dan Jakarta.

Pada roadshow perdana di Bandung, LINE mengundang para mahasiswa dan masyarakat umum untuk ikut workshop serta kompetisi bikin sticker serta theme di dua lokasi, yaitu kampus Telkom University pada Jumat (27/4) dan Cafe Lo.Ka.Si Bandung pada Sabtu (28/4). Di hari kedua, acara ini diisi oleh kreator sticker 'Just Be Yourself' bernama Jun Long, dan Mochammad Farrid kreator Zelen.

Pada kesempatan tersebut, kedua narasumber ini memberikan tips bagaimana konten yang kita pajang di LINE bisa laris. Mereka pun membahas bagaimana keuntungan yang bakal kreator dapatkan apabila kontenya laris dibeli oleh pengguna LINE.

Mochammad Farrid, kreator Zelen. (Foto: kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mochammad Farrid, kreator Zelen. (Foto: kumparan)

Mochammad Farrid, salah satu kreator yang karyanya laris dibeli, mengatakan, ada dua faktor yang membuat konten kita laku di pasar. Salah satunya ialah mengenai kontennya itu sendiri. Si kreator harus pintar melihat celah potensi pasar untuk menentukan karakter apa yang laku di pasar.

"Kalau buat stiker yang laku itu banyak. Tergantung kita bisanya menargetkan dan pas targetnya ke siapa. Terus konsepnya yang juga penting. Boleh kita cari referensi dari stiker-stiker yang top rank. Mungkin ambil contoh aja, yang sekarang ramai itu kayak kelinci, beruang," ujar Farrid kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (28/4).

Farrid memberikan tips kepada calon kreator untuk membuat konten yang unik sekaligus. Meskipun, untuk membuat konten seperti ini harus memilki kejelian untuk menjadi pembeda yang bisa bersaing dengan konten-konten populer.

Dia mulai membuat konten untuk LINE sejak tahun 2015. Ketika itu dia masih mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual di Unikom Bandung. Sampai saat ini, ia sudah menelurkan 40 sticker untuk pasar Indonesia dan 47 untuk pasar global.

"Alhamdulillah semua ada (yang laku). Bisa terpampang di 100 besar, kadang 200 besar. Minimal 100 besar bisa nampang di situ. Yang paling laku itu panda. Setiap bulan 'kan saya beda-beda kalau buat sticker. Bikin lagi yang baru, kadang yang baru itu laku, kadang juga masih laku yang lama," jelasnya.

LINE Creators Roadshow di Bandung (Foto: kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
LINE Creators Roadshow di Bandung (Foto: kumparan)

Penghasilan dari membuat stiker di LINE, menurutnya sangat menguntungkan. Setiap konten yang dibeli oleh pengguna LINE, penghasilannya langsung masuk ke akun kreator.

"Penghasilan sih bisa dibilang lumayan banget, tergantung penghasilannya. Kalau di LINE itu kita ibaratnya jualan. Kadang naik, kadang turun. Tapi overall tiap bulannya pasti ada saja," kata dia.