Kumparan Logo

Chat Bot Facebook Bisa Negosiasi seperti Manusia

kumparanTECHverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Facebook. (Foto: AP Photo/Noah Berger)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Facebook. (Foto: AP Photo/Noah Berger)

Tidak perlu risau jika kamu kaku dalam urusan tawar menawar harga. Chatbot milik Facebook siap membantu masalah kalian itu dengan kemampuan baru dalam bercakap dan bernegosiasi dengan manusia. Penyedia layanan media sosial itu tengah melatih bot-nya dengan menunjukkan dialog negosiasi antara orang sungguhan, lalu membuat bot itu untuk "meniru tindakan orang," sebuah proses yang disebut pembelajaran yang mengawasi. Dalam pelatihan tersebut, para bot diminta untuk membagi sejumlah benda yang masing-masing berkorelasi dengan nilai titik yang berbeda. Tujuannya adalah untuk membagi objek melalui negosiasi dan berakhir dengan poin yang paling memungkinkan. Facebook mengklaim bot tersebut cukup pintar untuk bernegosiasi dengan manusia yang tidak menyadari bahwa mereka tengah berusuan dengan mesin. [Baca juga: Format File GIF Genap Berusia 30 Tahun] "Yang menarik dalam eksperimen, orang tidak menyadari bahwa mereka sedang berbicara dengan bot dan bukan orang lain -- menunjukkan bahwa bot telah belajar untuk mengadakan percakapan lancar dalam bahasa Inggris di domain ini," tulis tim peneliti AI dari Facebook dalam publikasinya. Facebook menambahkan, bot juga telah belajar menggertak, berpura-pura peduli dengan hasil yang sebenarnya tidak mereka inginkan agar berada di atas angin. "Perilaku ini tidak diprogram oleh para peneliti namun ditemukan oleh bot sebagai metode untuk mencapai tujuannya," tambahnya. Facebook bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang mencoba membangun asisten virtual pintar. Google, Apple, dan Amazon semua memiliki asisten digital yang bahkan bisa dikontrol oleh suara. Sementara Facebook masih belum tertarik dengan AI yang dikontrol suara. Sebaliknya mereka fokus pada tantangan AI berdasarkan teks. [Baca juga: Facebook Punya Peta Bencana untuk Bantu Organisasi Kemanusiaan]