Kumparan Logo

Chess.com Ungkap Rating Catur Dewa Kipas Anjlok saat Lawan WGM Irene

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain catur, Dadang Subur atau yang dikenal dengan panggilan Dewa kipas. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pemain catur, Dadang Subur atau yang dikenal dengan panggilan Dewa kipas. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pertandingan persahabatan antara Dadang Subur versus WGM Irene Kharisma Sukandar menjadi perhatian situs web Chess.com. Platform catur online yang menjadi awal mula isu viralnya Dewa Kipas itu ikut memberikan analisis terkait performa Pak Dadang saat melawan Irene.

Menurut analisis Chess.com, Dewa Kipas tidak bisa mengulang permainan level tinggi seperti yang dia tunjukkan secara online. Pak Dadang kalah 3-0 dari Irene dan membuat kesalahan yang cukup mendasar.

Performa Dewa Kipas pun mengalami penurunan drastis dibandingkan permainannya saat bermain online. Nilai Elo milik Dewa Kipas saat bermain online di Chess.com bisa mencapai level 3.000, namun dari analisis laga persahabatannya dengan Irene jauh dari itu.

"Chess.com memperkirakan performanya (Dewa Kipas) dalam tiga game ini memiliki Elo 1.127. Penampilan online rating miliknya melebihi Elo 3.000, performa tertinggi dalam sistem Fair Play Chess.com untuk menghitung permainan antar manusia," tulis Chess.com dalam keterangannya.

Pemain catur, Dadang Subur atau yang dikenal dengan panggilan Dewa kipas. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Elo sendiri adalah metode untuk menghitung tingkat keterampilan relatif pemain dalam permainan catur. Rating ini bisa naik dan turun bergantung pada performa pecatur dalam penampilan di turnamen dan lawan-lawan yang dihadapinya.

Pecatur yang mampu mencapai skor Elo sebanyak 2400 bisa mendapatkan gelar International Master (IM). Setelah mencapai IM, seorang pecatur profesional akan meningkatkan kemampuannya untuk mengambil ancang-ancang menjadi Grandmaster dan harus mampu meraih skor Elo 2500 atau lebih.

Chess.com juga sindir Dewa Kipas, walaupun berpenampilan buruk saat melawan Irene, dia masih membawa pulang hadiah sebesar Rp 100 juta. Sementara sang pemenang, Irene Sukandar, mendapatkan uang yang lebih banyak mencapai Rp 200 juta.

WGM Irene Kharisma dalam duel catur melawan Dewa Kipas. Foto: Youtube/ Deddy Corbuzier

Situs catur online tersebut juga tetap menyatakan bahwa Dewa Kipas melakukan kecurangan saat melawan GothamChess pada pertandingan 2 Maret 2021 lalu. Akun Dewa Kipas bisa memperoleh lebih dari 800 poin Elo hanya dalam 11 hari yang sangat mencurigakan.

Kecurigaan juga dipicu oleh bagaimana lawannya secara teratur menghabiskan 10 detik untuk bergerak, bahkan ketika pilihannya sudah jelas. Penggunaan waktu seperti itu seringkali menunjukkan bahwa seorang pemain menggunakan bantuan eksternal seperti mesin catur.