kumparan
15 Mei 2019 13:45

China Blokir Total Wikipedia dalam Semua Bahasa

Wikipedia
Turki Blokir Wikipedia Foto: REUTERS/Yves Herman
Pemerintah China resmi memblokir situs Wikipedia secara total. Dengan begitu, kini situs Wikipedia dalam berbagai versi bahasa sudah tidak bisa diakses lagi di Negeri Tirai Bambu tersebut.
ADVERTISEMENT
Sebelum pemblokiran total ini, China hanya memblokir laman Wikipedia dalam bahasa China, serta halaman tertentu yang mengandung konten sensitif tentang Dalai Lama dan pembantaian Tiannamen.
Dilaporkan Open Observatory of Network Interference (OONI), sebuah kelompok riset sensor internet, pemblokiran situs Wikipedia telah berlangsung sejak akhir April 2019.
Yayasan Wikimedia sebagai pengelola situs ensiklopedia bebas Wikipedia mengaku, mereka tidak menerima pemberitahuan blokir yang dijalankan oleh pemerintah China tersebut.
Tembok Besar China, China
Tembok Besar China, China. Foto: dok : Pixabay
Ini bukan kali pertama Wikipedia diblokir di sebuah negara. Pada tahun 2017, Wikipedia juga telah diblokir di Turki. Alasannya tidak jelas, tapi salah satu faktor penyebab yang mencuat adalah situs Wikipedia dianggap sering dipakai untuk mengkritik kebijakan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Wikipedia memang kerap kali mendapat kritik. Karena sifatnya yang bebas dan terbuka, informasi artikel di sana bisa disunting oleh siapa saja dan dapat menimbulkan kontroversi.
ADVERTISEMENT
Namun, Wikipedia dan para pengelolanya selalu mengedukasi publik agar jangan menyalahgunakan kebebasan menyunting informasi yang tertera di platform-nya.
Bendera China
Bendera China. Foto: Stringer/Reuters
Masuknya Wikipedia ke dalam daftar hitam di China, menambah daftar panjang pemblokiran situs internet di China. Sebelumnya, ada Google, Facebook hingga LinkedIn yang juga masuk dalam daftar blokir di sana.
Untuk bisa mengakses situs-situs yang dalam daftar hitam, para pengguna internet di China dipaksa menggunakan VPN (Virtual Private Network) untuk melewati sistem pemblokiran yang dikenal sebagai "Great Firewall".
Berdasarkan Indeks World Press Freedom Reporter Without Border 2019, China berada di peringkat 177 dari 180 negara yang tingkat keterbukaan informasinya rendah. Sebagai catatan, semakin rendah peringkat, maka negara tersebut semakin tertutup.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan