Kumparan Logo

China Larang Internet Starlink Elon Musk

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Foto: Lucy Nicholson/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Foto: Lucy Nicholson/Reuters

Elon Musk mengungkapkan bahwa pemerintah China memintanya untuk tidak memasukkan akses internet satelit Starlink di wilayah China, setelah Musk menyediakan terminal Starlink di Ukraina.

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pekan lalu, Musk berkata "Beijing telah memperjelas diri bahwa mereka tidak setuju dengan peluncuran Starlink ... bahkan di Ukraina baru-baru ini."

Mereka juga mencari jaminan kami tidak akan menjual Starlink di China.

- Elon Musk -

Sejauh ini Starlink memang belum membidik negara China dalam operasionalnya. Sementara di negara yang berdekatan dengan China, seperti Taiwan, Mongolia, dan Vietnam, Starlink masing "menunggu persetujuan regulasi."

Baru-baru ini, Starlink mengaktifkan akses di Iran sebagai tanggapan atas protes yang meluas dan penyensoran konten di sana.

Di China, sensor internet jauh lebih terorganisir dan sungguh kuat. Sensor di sana berperan memblokir akses informasi dari luar negeri yang masuk ke China. Di sisi lain, minimnya perusahaan internet asing di China telah membuka kesempatan bagi perusahaan lokal untuk membangun layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar China, dan pada akhirnya mereka juga melakukan ekspansi layanan. Negeri Tirai Bambu punya WeChat sebagai pengganti WhatsApp sekaligus layanan pembayaran online. Mereka juga punya Renren sebagai pengganti Facebook, Weibo sebagai Twitter, Youku menggantikan YouTube, hingga Baidu yang menggantikan mesin pencari dan email Google.

Ilustrasi pabrik Tesla. Foto: Shutter Stock

Starlink merupakan layanan internet dari satelit, yang koneksinya dapat menghindari sensor berbasis jaringan lokal. Layanan ini merupakan langkah Musk untuk mendukung kebebasan berbicara. Langkah ini sejalan dengan keputusannya untuk membeli Twitter sebesar 44 miliar dolar AS, yang disebut akan mendukung kebebasan berbicara di dunia.

Di sisi lain, Musk punya hubungan yang terbilang baik dengan pemerintah China. Tesla memiliki pabrik di Shanghai. Perusahaan ini dilaporkan menjual lebih dari 80.000 mobil listrik di China.

Musk bahkan pernah menulis artikel kolom untuk majalah yang dijalankan oleh badan sensor internet China.