kumparan
19 September 2019 22:37

Data Penumpang Lion Air Bocor, Rudiantara: Bukti UU PDP Penting

Menkominfo Rudiantara
Menkominfo Rudiantara Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Isu kebocoran data di jagat internet kembali menjadi topik panas di Indonesia. Baru-baru ini, jutaan data penumpang maskapai penerbangan Lion Air Group dikabarkan bocor di internet dan rawan disalahgunakan.
ADVERTISEMENT
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, menyebut bahwa kasus kebocoran data penumpang Lion Air merupakan bukti jika UU PDP (Perlindungan Data Pribadi) sifatnya telah sangat urgen. Sampai saat ini, belum ada undang-undang yang melindungi data pengguna, sedangkan UU PDP itu sendiri masih berupa rancangan.
”Isu kebocoran data Lion Air ini bukti urgensi RUU PDP. Super urgent,” jelas Rudiantara, saat ditemui di Jakarta, Kamis (19/9).
Menkominfo Rudiantara
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberi sambutan di peluncurkan program Digital Talent Scholarsip "SIMONAS" Jakarta, Kamis (5/9). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Rudiantara meminta DPR untuk membantu merealisasikan undang-undang tersebut. Dia mengklaim bahwa dirinya sudah membicarakan hal tersebut dengan Komisi I DPR, namun hasilnya nihil.
”Kemarin Senin pas rapat APBN, saya bilang kalau memang teman-teman Komisi I dukung, tolong tulis di kesimpulan rapat bahwa Komisi I mendukung pemerintah mengeluarkan RUU untuk perlindungan data pribadi, tapi enggak juga ditulis,” ungkap Rudiantara.
ADVERTISEMENT
Kominfo Akan Pertemukan Lion Air dengan Pihak Ketiga
Sementara itu terkait kasus kebocoran data penumpang Lion Air Group, Rudiantara mengatakan pemerintah tidak akan lepas tangan. Ia menjanjikan Kominfo bakal mempertemukan Lion Air dan pihak ketiga, yang diduga bertanggung jawab atas bocornya data penumpang maskapai tersebut.
Meski demikian, sebenarnya belum diungkap siapa pihak ketiga yang berhubungan dengan kasus kebocoran data tersebut. Daniel Putut Kuncoro Adi, Managing Director Lion Group, mengatakan bahwa pihak ketiga yang berhubungan dengan Lion Air masih harus diselidiki lebih lanjut karena mereka melakukan kerja sama dengan berbagai administrator data.
Ilustrasi Pesawat Lion Air
Ilustrasi Pesawat Lion Air. Foto: ANTARA FOTO
Tapi, di sisi lain, Rudiantara mengatakan hanya akan berfokus pada AWS, karena platform penyedia penyimpanan data cloud itu yang selama ini gencar diberitakan terkait dengan kebocoran data penumpang Lion Air.
ADVERTISEMENT
”Kami pastikan dalam minggu depan sudah tahu kepastiannya, karena Kominfo sudah mengirim surat kepada AWS yang menjadi pihak (ketiga) berdasarkan (berita) media online, dan Kominfo sudah mengundang Lion Air”, pungkas Rudiantara.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan