Kumparan Logo

Data Peserta Diduga Bocor dan Dijual Hacker, Ini Kata BPJS Ketenagakerjaan

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BPJS Ketenagakerjaan. Foto: Dok. BPJamsostek
zoom-in-whitePerbesar
BPJS Ketenagakerjaan. Foto: Dok. BPJamsostek

Data milik peserta BPJS Ketenagakerjaan diduga bocor dan dijual oleh di forum hacker BreachForums. Namun, isu tersebut langsung dibantahkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Kabar dugaan data BPJS Ketenagakerjaan bocor terungkap dari postingan FalconFeeds.io di akun X (dulu Twitter) miliknya. FalconFeeds merupakan platform keamanan siber yang kerap melaporkan kasus peretasan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"Seorang anggota BreachForums memposting tentang pelanggaran data signifikan yang melibatkan BPJS Ketenagakerjaan, badan pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Indonesia dan bertugas melindungi hak-hak pekerja," tulis akun FalconFeeds.io di X.

FalconFeeds menambahkan, sejumlah data BPJS Ketenagakerjaan yang bocor dan dijual meliputi nama lengkap, tanggal lahir, alamat email, nomor telepon, kelompok umur, alamat rumah, kode pos, provinsi, dan lain sebagainya. Tidak disebutkan berapa banyak data yang berhasil diretas.

X post embed

FalconFeeds turut membagikan tangkapan gambar sekilas postingan sebuah akun milik hacker yang menjual data BPJS Ketenagakerjaan di website BreacForums, dengan identitas disamarkan.

Situs web BreachForums sendiri sempat tumbang setelah pendirinya, Conor Brian Fitzpatrick, ditangkap FBI pada 2023 lalu. Website kembali hidup pada 2024 dengan domain dan pemilik baru.

BPJS Ketenagakerjaan Bantah Data Bocor dan Dijual di BreachForums

Deputi Bidang Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Oni Marbun, membantah data lembaganya diretas. Ia mengatakan hal tersebut merupakan isu tidak benar dari tahun 2023 yang diposting ulang di media sosial oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan hasil investigasi yang telah kami lakukan sebelumnya dan investigasi ulang pada Juni 2024 ini, dipastikan bahwa data tersebut bukan berasal langsung dari BPJS Ketenagakerjaan.

- Oni Marbun, Deputi Bidang Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan -

Meski begitu, BPJS Ketenagakerjaan tetap akan melakukan investagasi. Mereka juga mengambil langkah preventif penguatan sistem keamanan teknologi informasi terhadap potensi kebocoran data dengan meningkatkan proteksi dan ketahanan sistem.

BPJS Ketenagakerjaan, kata Oni, berkomitmen untuk mengelola seluruh data pribadi peserta dengan baik dan aman.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo juga memastika bahwa data BPJS Ketenagakerjaan aman. Pihaknya tak menemukan adanya upaya peretasan ke sistem oleh pihak lain.

"Setelah kita teliti itu bukan data kita dan kita cek juga beberapa bulan terakhir ini nggak ada peretasan," kata Anggoro, Selasa (2/7).

Anggoro menjelaskan bahwa data-data yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan disimpan di server yang aman di luar server Pusat Data Nasional Sementara. Mitigasi dan pemeliharaan juga dilakukan guna mencegah kejadian yang tak diinginkan.

Semua kita backup. Artinya, kita selalu waspada. Jadi selalu (kalau ditanya) tingkatkan keamanan data, pasti kita tingkatkan."