Dear Pelajar 'Angkatan Corona', Jangan Posting Foto Kelulusan di FB dan IG!

Gara-gara virus corona, anak sekolah terpaksa belajar di rumah hingga tidak bisa merayakan kelulusan mereka bersama teman-teman karena harus patuh dengan imbauan jaga jarak atau physical distancing. Satu-satunya cara merayakan kelulusan mereka ialah dengan mem-posting foto untuk menunjukkan solidaritas para lulusan angkatan ‘corona’ ini.
Tunggu dulu. Sebaiknya kamu tidak melakukan itu. Karena, menurut ahli keamanan siber, mem-posting foto kelulusan ke Facebook, Instagram, dan media sosial lain, membahayakan data pribadi yang sangat mungkin dicuri oleh hacker.
Sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang advokasi konsumen, Better Business Bureu (BBB), mengatakan bahwa peretas bisa merekayasa informasi sensitif dari posting media sosial untuk meretas berbagai akun online pengguna, termasuk informasi perbankan. Semua itu bisa ditelusuri dari posting media sosial yang pakai tagar tertentu, misalnya #ClassOf2020.
Dari sini, hacker bisa menelusuri lebih dalam di mana pelajar itu sekolah sampai tahun masuk dan lulusnya. Informasi publik lain juga bisa ditelusuri, termasuk kota asal, anggota keluarga, hewan peliharaan, atau film dan buku favorit.
Semua informasi ini dapat digunakan untuk menjawab dari pertanyaan keamanan online untuk membobol sebuah akun. Bisa jadi juga, semua jawaban itu adalah password untuk masuk ke akun email atau media sosial.
“Kami memperingatkan semua orang untuk menyadari apa yang diposting,” ujar Better Business Bureau, dikutip New York Post. “Kalau merasa tidak nyaman berpartisipasi, jangan melakukannya.”
Better Business Bureau mengimbau kepada pengguna untuk menahan godaan mengunggah foto kelulusan sekolah meski tak tahan melihat posting orang lain.
Para ahli juga merekomendasikan siapa pun yang telah membagikan postingan #ClassOf2020 untuk meninjau pengaturan keamanan akun di semua platform media sosial guna melihat apa yang dibagikan dan kepada siapa.
Pandemi virus corona memang mengakibatkan peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan siber. Sebelumnya, para pejabat federal AS mengungkapkan bahwa para penipu online atau scammer berusaha untuk menipu orang-orang dari upaya pemeriksaan stimulus.
“Para scammer tidak memiliki rasa malu atau apapun. Bahkan krisis kesehatan global tidak akan menghentikan mereka,” kata Karen Hobbs, asisten direktur divisi edukasi konsumen dan bisnis di regulator perdagangan Amerika Serikat, Federal Trade Commission (FTC).
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
