Diduga Cekcok dengan CEO, Bos PR Uber Hengkang

Perusahaan penyedia aplikasi jaringan transportasi Uber, kembali ditinggal sosok penting dalam tubuh organisasi. Kali ini, Head of Communications and Policy Uber, Rachel Whetstone, memilih pergi dari perusahaan itu. Sebagai orang yang mengurusi komunikasi perusahaan, dia adalah orang yang dahulu selalu menangkal isu negatif dan menyampaikan program positif yang dilakukan oleh Uber kepada publik. "Saya sangat bangga dengan tim yang telah kami bangun, dan seperti ketika saya meninggalkan Google, seorang perempuan kuat dan brilian akan menggantikan posisi saya," kata Whetstone, dilansir TechCrunch. "Saya bergabung dengan Uber karena saya mencintai produknya, dan cinta itu masih kuat hingga sekarang seperti ketika pertama kali saya menggunakan layanan Uber enam tahun lalu." Menurut Recode, kepergian Whetstone disebabkan ketegangan yang terjadi antara dirinya dan CEO Travis Kalanick terkait pemberitaan negatif belakangan ini. Menurut seorang sumber kepada Recode, kepergian ini adalah keputusan yang sulit bagi Whetstone, tapi ia tidak ingin terlibat dalam 'drama' di Uber. Baca juga: Presiden Uber Mundur, Konflik dalam Perusahaan Terus Bergejolak Uber telah mengkonfirmasi Jill Hazelbaker akan bertindak sebagai Head of Communications and Policy yang baru. Sebelumnya, ia adalah SVP Global Policy and Communications. Sebelum bekerja di Uber, Whetstone menghabiskan waktu 10 tahun di Google dengan pekerjaan yang sama. Whetstone bertanggung jawab atas tim komunikasi Uber dalam menangkal isu-isu negatif. Whetstone menjadi sosok selanjutnya yang pergi, pasca langkah serupa yang dilakukan oleh beberapa petinggi Uber lainnya, seperti SVP of Engineering, Amit Singhal, dan Presiden Jeff Jones. Baca juga: Petinggi Uber Mundur karena Tuduhan Pelecehan Seksual
