Dirut Telkom: Satelit Merah Putih 2 Bikin Akses Internet Indonesia Lebih Merata

21 Februari 2024 5:30 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkom, berada di lokasi peluncuran Satelit Merah Putih 2 di Cape Canaveral, Florida, AS. Foto: Arifin Asydhad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkom, berada di lokasi peluncuran Satelit Merah Putih 2 di Cape Canaveral, Florida, AS. Foto: Arifin Asydhad/kumparan
Satelit Merah Putih 2 milik Telkom akhirnya meluncur ke angkasa pada Rabu (21/2) WIB. Satelit baru yang akan dioperasikan Telkomsat itu diharapkan mampu mendorong pemerataan akses jaringan telekomunikasi kepada publik hingga korporasi.
Peran Satelit Merah Putih 2 sebagai infrastruktur telekomunikasi utama (backbone) dapat terhubung dengan sub-infrastruktur telekomunikasi di darat, misalnya menara BTS, untuk menyediakan akses internet ke publik di rural area.
Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, mengatakan bahwa peran Satelit Merah Putih 2 ini melengkapi infrastruktur darat dan laut yang dimiliki Telkom maupun perusahaan telekomunikasi lain. Ketiga infrastruktur itu dapat bersatu untuk mendorong pemerataan akses telekomunikasi dan internet di Indonesia.
Ririek menambahkan, sebagian besar kapasitas Satelit Merah Putih 2 akan disewakan bagi pihak eksternal. Lalu sebagian kecilnya akan dimanfaatkan untuk bisnis internet Telkom. Penyewanya bisa berupa korporasi, operator seluler, hingga operator VSAT yang memanfaatkan antena parabola.
"Kita butuh satelit baik yang sudah direct ke pengguna maupun satelit yang digunakan operator untuk penyelenggaraan coverage ke pelosok."
Potensi bisnis backhaul yang menjadi sasaran satelit ini terproyeksi sangat positif. Calon pelanggan operator telekomunikasi yang ingin memanfaatkan layanan satelit tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi. Ini jelas peluang bagi Telkomsat untuk memperkuat portofolio bisnis satelitnya.
Kehadiran Satelit Merah Putih 2 turut melengkapi fungsi satelit yang telah dimiliki Telkomsat untuk melayani kebutuhan komunikasi domestik. Teknologi di dalamnya dapat memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional.
Pembuatan Satelit Merah Putih 2 di fasilitas perakitan Thales Alenia Space. Foto: Telkom
Ririek menambahkan, Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bisa menjadi salah satu wilayah yang memanfaatkan layanan Satelit Merah Putih 2, baik itu untuk menjangkau area yang remote maupun sebagai jaringan cadangan dari infrastruktur fiber optik.
"Kami pasti gelar fiber optik di IKN yang sudah berlapis-lapis, tapi akan lebih andal lagi kalau ada satelit sebagai backup. Jadi, kalau ada apa-apa di daratnya, itu kita masih ada backup dari satelitnya," lanjut Ririek kepada kumparan yang hadir dalam acara peluncuran Satelit Merah Putih 2 di Florida, AS.
Senada dengan Ririek, Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan bahwa Satelit Merah Putih 2 bisa jadi tumpuan Indonesia untuk mewujudkan pemerataan digital, membantu konektivitas di daerah tertinggal dalam hal penanganan bencana alam serta dapat ambil bagian dalam pertahanan negara.
"Demografi Indonesia menantang karena (negara) kepulauan. Menurut kami memiliki satelit sendiri akan memberikan benefit lebih bagi bangsa kita."

Soal Satelit Merah Putih 2

Satelit Merah Putih 2 merupakan satelit berteknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan platform Spacebus 4000B2. Kapasitas transmisinya lebih dari 32 Gbps yang mencakup seluruh area Indonesia dengan frekuensi C-Band dan Ku-Band. Benda angkasa ini memiliki masa operasi hingga 15 tahun, menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur (BT).
Telkom menunjuk Thales Alenia Space asal Prancis sebagai pabrikan yang merakit Satelit Merah Putih 2 setelah melewati proses tender. Thales dinilai sebagai pihak yang memberikan penawaran harga paling murah per kapasitasnya (per GigaBytes), dan bisa menyediakan kapasitas paling besar.
Roket SpaceX Falcon 9 membawa muatan Satelit Merah Putih 2 sebelum peluncuran di Cape Canaveral, Florida, AS, pada 20 Februari 2024. Foto: Arifin Asydhad/kumparan
Sementara SpaceX dipercaya untuk mengeksekusi jasa peluncurannya dengan menunggangi roket Falcon 9 buatan SpaceX. Falcon 9 punya rekam jejak 230 kali peluncuran yang berjalan sukses 100 persen dalam 5 tahun terakhir. Falcon 9 juga dinilai paling efisien dengan teknologi roket daur ulangnya.
"Dari aspek bisnis, proses pemilihan Thales Alenia Space sebagai mitra telah mempertimbangkan biaya per Gbps yang paling rendah sehingga menghasilkan satelit dengan kapasitas lebih besar dengan harga jual yang kompetitif," jelas Ririek.
Satelit Merah Putih 2 sudah meluncur pada Selasa (20/2) pukul 15.11 waktu Florida, AS, atau Rabu (21/2) pukul 03.11 dini hari WIB. Setelah meluncur, Satelit Merah Putih 2 akan memakan waktu beberapa hari sejak pemisahan satelit dari kendaraan yang membawanya ke angkasa hingga tiba di posisi orbitnya. Satelit pun bakal melakukan serangkaian tes untuk memastikan kinerjanya optimal.
Satelit Merah Putih 2 dijadwalkan siap beroperasi pada April 2024 mendatang.