Kumparan Logo

Disney Investasi Rp 16 T ke OpenAI, Tokoh Marvel-Pixar Bebas Dipakai di ChatGPT

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung tercermin pada logo Disney+ dalam Walt Disney D23 Expo di Anaheim, California  Jumat (9/9/2022). Foto: Patrick T. Fallon/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung tercermin pada logo Disney+ dalam Walt Disney D23 Expo di Anaheim, California Jumat (9/9/2022). Foto: Patrick T. Fallon/AFP

Disney mengumumkan investasi sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16 triliun (kurs Rp 16.646,55) ke OpenAI. Langkah ini memberikan akses bagi OpenAI untuk menggunakan karakter Marvel, Pixar, dan Star Wars di ChatGPT maupun Sora.

Investasi yang diumumkan pada Kamis (11/12) waktu setempat menjadi langkah penting dalam adopsi kecerdasan buatan (AI) generatif di Hollywood, sekaligus berpotensi mengubah cara produksi konten di industri hiburan.

Kesepakatan ini menjadikan Disney sebagai mitra lisensi konten utama pertama yang dimiliki OpenAI untuk platform pembuat konten mereka. Nantinya, pengguna ChatGPT maupun Sora dapat menciptakan video pendek atau gambar menggunakan karakter-karakter ikonik Disney, mulai dari Mickey Mouse, pahlawan super Marvel, hingga legenda Star Wars.

Membawa kisah dan karakter ikonik Disney bersama teknologi inovatif OpenAI menempatkan imajinasi dan kreativitas langsung di tangan para penggemar dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya.

- Robert A. Iger, CEO Disney -

Mickey dan Minnie Mouse di Walt Disney World Foto: Instagram/Walt Disney World

Platform Sora dan ChatGPT Images akan memiliki izin akses ke lebih dari 200 karakter dari berbagai brand di bawah payung Disney, termasuk Walt Disney Animation, Pixar, Marvel, dan Lucasfilm. Mulai awal 2026, penggemar bisa mengetikkan perintah teks (prompt) untuk membuat video pendek berdurasi maksimal 30 detik atau gambar statis yang menampilkan karakter-karakter seperti:

  • Disney/Pixar: Mickey & Minnie Mouse, Simba, Elsa (Frozen), Belle, hingga Woody dan Buzz Lightyear.

  • Marvel: Iron Man, Captain America, Thor, Black Panther, hingga Thanos.

  • Star Wars: Darth Vader, Luke Skywalker, Yoda, hingga The Mandalorian.

Teknologi OpenAI juga akan diintegrasikan ke dalam bisnis inti Disney. Perusahaan berencana menggunakan API OpenAI untuk membangun produk baru di layanan streaming Disney+. Bahkan, video kreasi fans yang terpilih nantinya bisa ditonton langsung melalui platform Disney+.

Selain itu, Disney juga akan mendapatkan akses pada "ChatGPT for Enterprise" untuk digunakan oleh karyawan mereka dalam proses kreatif internal, mulai dari pengembangan cerita hingga efisiensi produksi.

"Disney adalah standar emas global dalam bercerita (storytelling). Kesepakatan ini menunjukkan bagaimana perusahaan AI dan pemimpin kreatif dapat bekerja sama secara bertanggung jawab."

Ilustrasi AI ChatGPT. Foto: Alex Photo Stock/Shutterstock

Meski demikian, ada batasan ketat. Kesepakatan ini tidak mencakup penggunaan kemiripan (likeness) atau suara aktor asli.

"Ini sama sekali bukan ancaman bagi para kreator, malah sebaliknya. Saya rasa langkah ini justru menghargai dan menghormati mereka, sebagian karena ada biaya lisensi yang menyertainya," kata Iger kepada CNBC.

OpenAI jadi teman, rivalnya jadi lawan

Langkah Disney merangkul OpenAI ini dinilai sebagai perubahan drastis dalam strategi industri hiburan. Pasalnya, mengutip Reuters, Disney gencar menuntut perusahaan AI karena masalah hak cipta selama setahun terakhir.

Bahkan, Disney diketahui sedang menggugat Midjourney atas penggunaan karakter mereka.

Namun, bersamaan dengan investasi ini, Disney justru melayangkan surat peringatan ke Google. Disney menuduh pesaing OpenAI itu menggunakan konten mereka secara ilegal untuk melatih AI mereka, Gemini.

Ilustrasi Disney. Foto: Marko Aliaksandr/Shutterstock

Dengan kemitraan Disney dan OpenAI, kedua perusahaan berkomitmen membangun sistem keamanan yang ketat untuk mencegah pembuatan konten ilegal, berbahaya, atau tidak pantas yang melibatkan karakter ramah keluarga milik Disney.

Adapun kerja sama ini sendiri disorot ketat oleh Serikat pekerja Hollywood, seperti WGA (penulis) dan SAG-AFTRA (aktor), yang menyatakan akan memantau kesepakatan ini dengan cermat untuk memastikan hak-hak pekerja seni tetap terlindungi di tengah gempuran teknologi generatif.

Presiden Animation Guild, Danny Lin, menyebut kemitraan ini akan menumbuhkan kekhawatiran besar terkait kompensasi bagi para pekerja seni.

"Meskipun animator tidak memegang hak cipta atas karakter-karakter Disney, 'kami jelas merupakan alasan karakter itu ada dan alasan mengapa mereka memiliki potensi pendapatan sebesar itu'," ujar Lin.