Dyson Bawa Vacuum Cleaner V12 dan Air Purifier Cool Formaldehyde ke Indonesia

8 April 2022 17:08 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dyson V12 Detect Slim Foto: Dok. Dyson
zoom-in-whitePerbesar
Dyson V12 Detect Slim Foto: Dok. Dyson
ADVERTISEMENT
Dyson menggelar tech roundtable dan memperkenalkan sejumlah produk kebersihan rumah tangga dengan fitur dan teknologi canggih. Pada sesi Selasa (5/7) lalu ada 2 produk yang diperkenalkan yakni Dyson V12 Detect Slim hingga Dyson Purifier Cool Formaldehyde.
ADVERTISEMENT
Produk-produk yang ditawarkan perusahaan asal Inggris ini cukup unik lantaran memboyong sederet teknologi canggih yang tak dimiliki produk lain. Seperti apa performa dan bentuk alat pembersih rumah tangga ini? Simak selengkapnya di bawah ini.

Dyson V12 Detect Slim

Dyson V12 Detect Slim merupakan vacuum cleaner versi terbaru dari seri sebelumnya V11 dengan fitur terkini yang dikembangkan oleh 370 insinyur di seluruh dunia. Vacuum cleaner ini menggunakan motor Dyson Hyperdymium, menghasilkan daya isap kuat hingga 150AW 3 dan 5 tahap filtrasi.
Model filtrasi ini diklaim mampu menangkap 99,99% partikel debu berukuran hingga 0,3 mikron.
"Kita semua kini menjadi lebih sering melakukan bersih-bersih, berusaha menghilangkan debu rumah, tetapi kita tetap memerlukan jaminan bahwa rumah kita telah benar-benar bersih," James Dyson, Chief Engineer dan Founder Dyson.
ADVERTISEMENT

Laser Dust Detect

Dyson V12 Detect Slim Foto: Dok. Dyson
Ide laser ini muncul ketika seorang Insinyur Dyson memperhatikan partikel-partikel udara di rumah mereka berkilau saat terkena silau matahari. Tim insinyur kemudian menerapkan dengan memilah jenis warna dan ukuran dioda yang ideal untuk penyedot debu.
Fitur ini memudahkan pengguna dalam mendeteksi debu tanpa perlu repot-repot menyinari area yang mau dibersihkan dengan senter atau sinar UV tambahan.
Dyson V12 Detect Slim Foto: Dok. Dyson

Piezo Sensor

Vacuum cleaner ini juga mampu menghitung tiap partikel yang ditangkap. Alat ini mampu mendeteksi partikel 15.000 kali per detik menggunakan sensor piezo. Jumlah debu yang terdeteksi tersebut lalu ditampilkan secara tepat pada LCD di belakang vacuum cleaner.
Sensor ini juga bisa memberi perintah kepada mesin untuk mengeluarkan daya isap lebih besar saat menemukan debu dalam jumlah besar pada mode otomatis. Saat tingkat debu menjadi normal, daya isap berkurang ke tingkat sebelumnya.
ADVERTISEMENT

Ujung sikat anti kusut

Dyson mengembangkan ujung sikat berbentuk kerucut yang mampu menggulung rambut ke kantong debu, untuk mencegah melilitnya rambut, di sekitar bilah sikat. Bentuk ujung penyedot didesain dengan menyesuaikan sudut pada bulu sikat.

Sedot partikel 0,3 mikron

Vacuum cleaner ini memiliki teknologi 5-tahap filtrasi yang mampu menangkap 99,99% partikel sekecil 0,3 mikron. Vacuum cleaner ini juga mampu memisahkan debu dan kotoran dari lantai, permukaan serta memastikan debu dan kotoran tidak akan bocor keluar dari mesin lagi.

Dyson Purifier Cool Formaldehyde

Dyson Purifier Cool Formaldehyde TP09 Foto: Dok. Dyson
Produk selanjutnya yang diperkenalkan Dyson ialah Dyson Purifier Cool Formaldehyde. Air purifier ini mengaplikasikan teknologi sensor formaldehida solid-state, yang sanggup menangkap debu dan alergen tak kasat mata.
Sensor ini sekaligus dapat menghancurkan Volatile Organic Compound (VOC) yang memiliki potensi berbahaya, termasuk formaldehida alias polutan gas tidak berwarna yang dikeluarkan oleh furnitur dan produk kayu yang mengandung resin berbasis formaldehida atau biasa dikenal sebagai formalin.
ADVERTISEMENT
Barang-barang yang mengandung formaldehida yang dimaksud misalnya kayu lapis, papan serat, bahan perekat atau bau lem yang menyengat, cat, kertas dinding (wallpaper), pernis hingga produk pembersih rumah tangga.
Tak banyak air purifier yang mampu menangkap senyawa ini lantaran ukurannya yang 500 kali lebih kecil dari partikel mikron berukuran 0,1 mikron.
“Sensor solid-state kami tidak akan mengering dari waktu ke waktu, sehingga dapat bertahan sangat lama. Pandemi COVID-19 telah meningkatkan kesadaran seluruh dunia tentang udara yang kita hirup dan komitmen Dyson untuk menyediakan udara yang lebih bersih melalui inovasi dan teknologi tetap menjadi yang terdepan dalam misi kami,” kata Vice President of Environmental Care Dyson Alex Knox.
Dyson Purifier Cool Formaldehyde TP09 Foto: Dok. Dyson
Sensor ciptaan para insinyur Dyson ini berbeda dengan sensor formaldehida berbasis gel di produk lain yang kinerjannya dapat menurun seiring waktu. Filtrasi dalam air purifier ini mengantongi standar HEPA 13, sanggup menghilangkan 99,95% partikel sekecil 0,1 mikron.
ADVERTISEMENT
Selain formaldehida, air purifier ini mampu menyaring polutan lain seperti PM10, PM2.5, VOC, NO2 (polusi kendaraan). Polutan yang dimaksud itu umumnya, berasal dari aktivitas memasak di ruangan hingga bau menyengat produk pembersih.
Dyson Purifier Cool Formaldehyde TP09 Foto: Dok. Dyson
Air purifier ini juga mampu menangkap virus H1N1 11 dan 99,95% partikel sekecil 0,1 mikron 12 seperti alergen, bakteri, dan serbuk sari.
Air purifier ini dilengkapi sensor suhu, hingga alat deteksi kelembaban. Air purifier ini juga dilengkapi Filter Selective Catalytic Oxidisation (SCO) yang dapat menghancurkan formaldehida pada tingkat molekuler dan memecahnya menjadi air dan CO2.

Harga Dyson V12 Detect Slim dan Dyson Purifier Cool Formaldehyde

Di Indonesia, Dyson Purifier Cool Formaldehyde dijual dengan harga Rp 13.650.000 dengan pilihan warna White/Gold dan Nickel/Gold.
ADVERTISEMENT
Sementara Dyson V12 Detect Slim dibanderol dengan harga Rp 12.650.000. Informasi selengkapnya bisa dilihat di laman web Dyson berikut ini.