Kumparan Logo

Elon Musk Aktifkan Starlink di Iran usai Internet Dibatasi Imbas Serangan Israel

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Starlink Foto: Rokas Tenys/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Starlink Foto: Rokas Tenys/Shutterstock

Orang terkaya di dunia Elon Musk menyebut layanan internet satelit Starlink telah diaktifkan di Iran. Langkah ini diambil sebagai respons atas pembatasan akses internet oleh pemerintah menyusul serangan udara besar-besaran Israel.

Musk mengumumkannya lewat akun pribadinya di media sosial X (dulu Twitter), ketika membalas postingan Mark Levin, komentator politik dan pembawa acara The Mark Levin Show.

"Sinyal sudah menyala," tulis Musk, mengindikasikan bahwa jaringan Starlink kini aktif di wilayah Iran.

X post embed

Pembatasan internet di Iran dikonfirmasi oleh Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi setempat. Mereka mengatakan langkah tersebut dilakukan “karena situasi luar biasa di negara ini” dan akan dipulihkan ketika kondisi kembali normal.

Serangan Israel yang memicu gejolak ini melibatkan sekitar 200 pesawat tempur dan menargetkan fasilitas nuklir serta rudal jarak jauh Iran. Sejumlah pejabat militer dan ilmuwan nuklir senior Iran dilaporkan tewas.

Iran pun membalas serangan dengan rudal balistik yang menargetkan kota besar Israel, seperti Tel Aviv hingga Haifa. Sebanyak 6 orang di Israel dilaporkan tewas dalam serangan balasan. Bahkan, kantor berita AFP melaporkan suara ledakan terdengar di Yerusalem pada Senin (16/6) dini hari.

Starlink dirancang untuk memberikan koneksi internet satelit di daerah terpencil atau dalam kondisi darurat ketika jaringan berbasis darat terganggu. Mereka dilaporkan memiliki lebih dari 7.500 satelit di orbit rendah Bumi.

Untuk menggunakan layanan Starlink, pengguna harus memasang terminal antena penerima sinyal khusus di atap rumah atau bangunan.